Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPP Serahkan Rekam Jejak Hakim Ad Hoc Tipikor

Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) menyampaikan hasil penelusuran rekam jejak terhadap 58 calon hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor).
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 10 Oktober 2016  |  20:27 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) menyampaikan hasil penelusuran rekam jejak terhadap 58 calon hakim ad hoc pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor).


Koalisi yang diwakili oleh Aradila Caesar, Lalola Easter (Indonesia Corruption Watch) dan M. Rizaldi (Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia) rekam jejak tersebut kemudian diberikan kepada Hakim Agung Artidjo Alkostar.


"Kami menyampaikan hasil tersebut berdasarkan hasil penelusuran rekam jejak paea calon hakim tersebut," kata Aradila dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Senin (10/10/2016).


Dalam pertemuan tersebut, kata dia, KPP memberikan sejumlah masukan terkait indikator penilaian calon hakim ad hoc tipikor. Koalisi menilai hanya ada 3 calon yang dinilai layak menjadi hakim adhoc tipikor. 


Artidjo yang menerima langsung koalisi tersebut memyampaikan, para calon yang memiliki afiliasi dengan partai politik, calon yang hanya mencari kerja (jobseeker), calon yang tidak memiliki pemahaman tentang tipikor, dan calon yang integritasnya diragukan, tidak bakal diloloskan sebagai hakim ad hoc tipikor. 


Aradila menambahkan, masukan dan dukungan masyarakat sipil ini disambut baik oleh Artidjo Alkostar. Hal ini adalah bentuk partisipasi publik dan kontrol terhadap proses seleksi calon hakim ad hoc tipikor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tipikor peradilan hakim ad hoc
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top