Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tayangkan Bom Bunuh Diri, Metro TV Ditegur KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi teguran kepada program Trending Topic yang ditayangkan di Metro TV, karena menayangkan aksi bom bunuh diri di Istanbul, Turki.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 21 Juli 2016  |  17:39 WIB
Bom bunuh diri: Ledakan di kawasan wisata Istanbul, Turki, (12/1/2016) setidaknya menewaskan 10 orang korban, kebanyakan warga Jerman. - Reuters
Bom bunuh diri: Ledakan di kawasan wisata Istanbul, Turki, (12/1/2016) setidaknya menewaskan 10 orang korban, kebanyakan warga Jerman. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberikan sanksi teguran kepada program Trending Topic yang ditayangkan di Metro TV, karena menayangkan aksi bom bunuh diri di Istanbul, Turki.

Berdasarkan keterangan resmi KPI, program Trending Topic yang ditayangkan pada 30 Juni 2014, pukul 02.34 WIB telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siar KPI, sehingga mendapatkan sanksi teguran.

“Program Trending Topic menayangkan detik-detik menjelang ledakan bom bunuh diri oleh seorang pria di Istanbul, Turki. KPI menilai muatan itu dapat menyebabkan kengerian kepada khalayak,” demikian isi surat teguran tersebut, seperti dikutip dari laman resmi KPI, Kamis (21/7/2016).

KPI mengkategorikan pelanggaran tersebut sebagai pelanggaran atas prinsip-prinsip jurnalistik dan peliputan bencana.

Selain itu, tayangan itu juga telah melanggar Pasal 22 ayat (3) Pedoman Perilaku Penyiaran KPI tahun 2012, dan Pasal 49, serta Pasal 50 huruf b Standar Program Siaran KPI tahun 2012.

Dalam surat teguran tersebut, KPI meminta Metro TV menjadikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran KPI tahun 2012 sebagai acuan dalam penayangan sebuah program siaran.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpi metro tv bom bunuh diri
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top