Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Otopsi Siyono, KOMNAS HAM: Siyono Meninggal Akibat Luka di Dada

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan empat poin penting dalam hasil otopsi jenazah terduga teroris Siyono.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 11 April 2016  |  14:10 WIB
Sejumlah polisi berjaga di sekitar tempat pemakaman saat proses autopsi jenasah terduga teroris Siyono di Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah - Antara
Sejumlah polisi berjaga di sekitar tempat pemakaman saat proses autopsi jenasah terduga teroris Siyono di Brengkungan, Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah - Antara

Kabar24com, JAKARTA—Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan empat poin penting dalam hasil otopsi jenazah terduga teroris Siyono.

Dalam kesempatan tersebut, Komnas HAM beserta PP Muhammadiyah dan Kontras menyatakan adanya luka akibat benda tumpul di tubuh almarhum Siyono.

Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqodas mengatakan tim forensik melakukan otopsi jenazah terduga teroris Siyono pada Minggu 3 April 2016 di lokasi makam Siyono mulai dari pukul 4 pagi hingga 5 sore.

“Kasus Siyono ini merupakan salah satu dari 121 kasus terduga terorisme yang ada,” tuturnya. Salah satu pimpinan tim dokter forensik, dr.Gatot, mengatakan kesimpulam dari hasil otopsi tersebut ditemukan adanya kekerasan dalam bagian ditubuh.

Ada empat fakta yang merupakan hasil otopsi tersebut.

Pertama, pada jenazah Siyono tidak pernah dilakukan otopsi sebelumnya.

Kedua, kematian Siyono akibat dari benda tumbul yang ada dibagian rongga dada, ada patah tulang di iga bagian kiri.

Ketiga, ada lima tulang dada yang patah. Ini kemudian ke arah jantung sehingga cukup fatal. Titik kematian di daerah jantung namun terlalu banyak darah yang keluar.

Dan keempat, tidak ditemukan adanya perlawan oleh Siyono ke Densus [luka defensif],” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otopsi Siyono
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top