Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

21 Perusahaan di Riau Latihan Siaga Kebakaran Hutan

Sebanyak 21 perusahaan di Riau mengikuti pendidikan dan latihan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang difasilitasi kelompok usaha Asian Agri, menyusul meningkatkan intensitas kebakaran dan ditemukannya sejumlah titik api (hotspot) di provinsi ini.
Asep Dadan Muhanda
Asep Dadan Muhanda - Bisnis.com 05 April 2016  |  09:57 WIB
21 Perusahaan di Riau Latihan Siaga Kebakaran Hutan
Peserta Pelatihan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau - bisnis.com

Bisnis.com, PEKANBARU—Sebanyak 21 perusahaan di Riau mengikuti pendidikan dan latihan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang difasilitasi kelompok usaha Asian Agri, menyusul meningkatkan intensitas kebakaran dan ditemukannya sejumlah titik api (hotspot) di provinsi ini.

Diklat tersebut diikuti 36 peserta ini yang pada 30 Maret – 1 April 2016 di Training Center Asian Agri, Kecamatan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Rafmen, Head of Corporate Social Responsibility Asian Agri, menyatakan Asian Agri menyambut baik serta mendukung  kolaborasi antara Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Riau dan Balai Diklat Kehutanan Pekanbaru sebagai inisiator pelaksanaan pelatihan siaga pencegahan  terjadinya karhutla di Riau.

 “Kami percaya bahwa suksesnya pencegahan karhutla harus mendapatkan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, Asian Agri memberikan dukungan dengan cara memfasilitasi penyelenggaraan diklat berupa menyediakan tempat praktek, sosialisasi dan simulasi sebagai salah satu upaya pencegahan  terjadinya kebakaran,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis.com, (05/4).

Selain itu, menurut  Rafmen, berbagai upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama ini juga sudah gencar dilakukan Asian Agri.  Seperti pembentukan dan pembinaan  Masyarakat Peduli Api dan memberikan reward bagi desa bebas api / FFVP (Free Fire Village Program) disektar perusahaan.

Sementara itu, Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri mengemukakan tindakan pencegahan  terjadinya karlahut adalah aspek penting yang harus mendapat  dukungan berbagai pihak.  Melalui upaya pelatihan ini diharapkan setiap perusahaan perkebunan akan menerima informasi banyak tentang hal-hal yang terkait dengan kebakaran lahan.

 “Dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan setiap perusahaan di Riau  lebih siap lagi dalam mengantisipasi kejadian kebakaran, baik di dalam kebun sendiri dan juga dengan desa-desa disekitarnya”, ujarnya.

Diklat yang berlangsung selama tiga hari itu, membekali para peserta dengan keahlian untuk melakukan pemetaan titik panas berdasarkan android, pencegahan kebakaran dan teknis pemadaman api.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asian agri
Editor : Asep Dadan Muhanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top