Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PKS Ikuti Langkah Gerinda Menolak Revisi UU KPK

Hasil keputusan rapat pleno yang digelar oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan bahwa partai yang dipimpin oleh Shohibul Iman itu menolak untuk melanjutkan revisi undang--undang KPK.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 12 Februari 2016  |  20:36 WIB
PKS Ikuti Langkah Gerinda Menolak Revisi UU KPK
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) - pks/batam.org
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA - Hasil keputusan rapat pleno yang digelar oleh fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan bahwa partai yang dipimpin oleh Shohibul Iman itu menolak untuk melanjutkan revisi undang-undang KPK.

Namun, Jazuli Juwaini selaku ketua fraksi PKS mengatakan PKS akan kembali menyetujui untuk melanjutkan revisi UU KPK jika revisi itu untuk menguatkan KPK agar lembaga antirasuah itu lebih berani menindak dan mengungkap kasus besar.

"Pemerintah harus kompak dan konsisten mau membahas bersama-sama dengan DPR, jangan sampai terkesan centang perenang antara Menkum HAM dengan pihak istana dan lingkaranya seakan ada ketidak kompakan di antara mereka," ujarnya, Jumat (12/2/2016).

Alasan selanjutnya yang disampaikan Jazuli adalah pelibatan KPK dalam pembahasan revisi tersebut agar bisa berikan masukan yang substansial.

Sebelumnya, fraksi PKS dalam rapat pandangan mini fraksi di Badan Legislatif (Baleg) menyatakan setuju untuk melanjutkan pembahasan revisi UU KPK.

Bahkan, fraksi PKS menambahkan usulan poin tambahan yakni adanya pelarangan terhadap pimpinan KPK untuk mengundurkan diri sebelum masa jabatan berakhir untuk pindah ke jabatan publik lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks gerindra revisi uu kpk
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top