Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

LSM: Hukuman Mati Bagi Bandar Besar Narkoba Harus Konsisten

Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin mengemukakan, hukuman mati bagi para bandar besar narkoba yang telah terkena vonis hukuman mati harus dilaksanakan secara konsisten.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 November 2015  |  11:17 WIB
Bandar narkoba - Antara
Bandar narkoba - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Strategic and Development Studies (ISDS) M Aminuddin mengemukakan, hukuman mati bagi para bandar besar narkoba yang telah terkena vonis hukuman mati harus dilaksanakan secara konsisten.

"Tindakan para bandar besar narkoba telah menyebabkan kematian bagi banyak orang yang sebagian besar adalah anak-anak muda yang mestinya adalah generasi penerus. Hukuman mati memang layak dijatuhkan kepada mereka," katanya, Minggu (29/11/2015) malam.

Direktur Eksekutif ISDS mendukung pernyataan Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Yunis Farida Oktoris yang antara lain mengemukakan agar hukuman mati bagi para pengedar narkoba dapat dilaksanakan secara konsisten, karena Indonesia sudah berada pada kondisi darurat narkoba.

Direktur Advokasi BNN mengemukakan pernyataan tersebut dalam seminar nasional Indonesia melawan narkoba yang diselenggarakan Forum Akademisi Indonesia (FAI) di Kampus Bina Sarana Informatika (BSI) Jakarta pada 28 November 2015.

Aminuddin lebih lanjut memprediksi angka kematian akibat narkoba dari tahun ke tahun cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya angka penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya.

Oleh karena itu, menurut dia Indonesia tidak perlu takut terhadap tekanan asing yang tidak menyetujui hukuman mati bagi bandar besar narkoba, terutama karena Indonesia sudah berada pada kondisi darurat narkoba serta agar hukuman mati menimbulkan efek jera.

"Lebih dari itu, aparat penegak hukum harus bertindak tegas serta jangan mau diiming-imingi sejumlah uang oleh para bandar besar narkoba yang uangnya memang tidak berseri," kata pengamat dan peneliti masalah-masalah sosial dan politik itu.

Ia juga mendukung kiprah FAI yang peduli terhadap pentingnya upaya mencegah dan memberantas peredaran narkoba sebagaimana ditunjukkan dengan pelaksanaan seminar nasional Indonesia melawan narkoba beberapa hari yang lalu.

Direktur Eksekutif ISDS juga menghimbau pers Indonesia untuk terus memberitakan pentingnya pemberantasan narkoba, semata-mata untuk penyelamatan generasi muda serta untuk Indonesia yang lebih baik ke depan.

Dalam hubungan itu Jurnal Data BNN 2014 menyebutkan, jumlah kematian akibat narkoba diprediksi meningkat karena persentase jumlah penyalahgunaan narkoba mengalami peningkatan, dari 1,9%  (2008) menjadi 2,2%  (2011).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandar narkoba

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top