Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaksa Agung Ajukan Banding Soal Putusan Kasus Korupsi Transjakarta

Jaksa Agung Pastikan akan mengajukan banding atas kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 25 September 2015  |  16:48 WIB
Bus Transjakarta terbakar di Halte Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Jumat (3/7/2015). - Antara/Sigid Kurniawan
Bus Transjakarta terbakar di Halte Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Jumat (3/7/2015). - Antara/Sigid Kurniawan

Kabar24.com, JAKARTA - Jaksa Agung Pastikan akan mengajukan banding atas kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Jaksa Agung H.M Prasetyo di Gedung Bundar, Jumat (25/9/2015). "Kasus Udar Pristono kita pastikan akan banding," ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Ketua Jaksa Penuntut Umum Victor Antonius juga telah menyatakan hal senada. Jalur banding akan tetap ditempuh walaupun menurut majelis hakim menyatakan banyak tuduhan yang tidak terbukti. Dia tetap optimis dalam menempuh banding, karena merasa yakin pada alat bukti yang dimiliki.

"Itu kan penilaian majelis, kita hormati. Yang jelas semua sudah kita buktikan di fakta sidang," ujar Jaksa Penuntut Umum, Victor Antonius, saat ditemui usai sidang, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (23/9/2015).

Majelis Hakim menjatuhkan vonis lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta kepada mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Vonis tersebut jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum dengan tuntutan 19 tahun penjara dan Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Hampir semua tuduhan dalam surat dakwaan jaksa yang ditujukan kepada Udar Pristono tidak terbukti. Menurut majelis hakim, Udar hanya terbukti bersalah memenuhi dalam dakwaan kedua subsidair.

Tuduhan tersebut terkait dengan gratifikasi yang diterima Udar senilai Rp78 juta hasil penjualan mobil kijang pada tahun 2010 kepada Dedy Kuswandi, rekanan yang selama ini menerima tender dari Dinas Perhubungan.

Terkait hal tersebut Udar Pristono terbukti melakukan perbuatan dalam Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dari tiga dakwaan yang diajukan jaksa.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korupsi TransJakarta
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top