Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kreditur Fillatice Indah Industry Ajukan PKPU

Bisnis.com, JAKARTAKreditur dari sebuah perusahaan produsen benang bernama PT Fillatice Indah Industry mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 24 September 2015  |  20:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kreditur dari sebuah perusahaan produsen benang bernama PT Fillatice Indah Industry mengajukan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Adalah PT Shinta Korintama yang melayangkan permohonan PKPU di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 8 September 2015. Kuasa hukum pemohon Dunantara mengatakan Fillatice memiliki utang senilai Rp4 miliar yang belum dibayar sejak dua tahun lalu.

“Fillatice memiliki utang dari kerja sama pengadaan mesin-mesin dan furnitur,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (23/9/2015) seperti ditulis hari ini.

Tidak hanya kepada Shinta Korintama, termohon juga memiliki utang kepada PT Trikemindo Utama. Namun, Dunantara masih enggan menyebutkan total utang termohon kepada para pemohon.

Ditemui usai persidangan, kuasa hukum termohon yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa permohonan PKPU tersebut tidak memenuhi salah satu syarat PKPU, yakni syarat utang yang sederhana. “Perjanjian antara pemohon dan termohon itu perjanjian kerja sama, bukan perjanjian jual beli sederhana,” katanya.

Dia menambahkan, sejumlah utang yang ditagihkan pemohon juga masih menimbulkan perdebatan. Itu sebabnya, utang tersebut dianggap tidak sederhana.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penundaan kewajiban pembayaran utang (pkpu)
Editor : Wan Ulfa Nur Zuhra
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top