MUKTAMAR NU: Gus Solah Tak Akan Mundur

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid menyatakan dirinya tidak akan mundur dari bursa pimpinan PBNU.
Newswire | 02 Agustus 2015 15:44 WIB
Gus Solah - Antara

Bisnis.com, JOMBANG - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid menyatakan dirinya tidak akan mundur dari bursa pimpinan PBNU.

Ia juga berharap agar jalannya Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, memberi manfaat bagi organisasi massa berbasis agama Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Saya harap semua pihak berkomitmen agar dalam muktamar ini bisa memberi manfaat NU, bukan malah memanfaatkan NU untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya," kata Salahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Solah kepada wartawan di Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2015).

Terkait isu dirinya akan mengundurkan diri dari bursa calon Ketua Umum PBNU akibat masalah kesehatan, Gus Solah menepisnya. Ia menegaskan, jika dirinya akan mengundurkan diri maka hal itu akan dilakukan jauh sebelumnya.

"Tidak, saya tidak mengundurkan diri karena kalau mengundurkan diri gak sekarang kan, sebulan lalu sudah mengundurkan diri, ini sudah tinggal beberapa hari kok mengundurkan diri. Saya tegaskan tidak mengundurkan diri saya sehat wal afiat walaupun sudah kepala tujuh, tapi saya tetap sehat," ujarnya.

Dia juga mengatakan semua pihak harus berusaha memperbaiki NU ke depannya karena organisasi ini adalah aset bangsa yang didirikan oleh para ulama.

"Jadi jangan sampai kita kotori rumah ini dengan praktik-praktik yang tidak baik dan tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, praktik 'money politik' misalnya, jauhi hal ini karena banyak pasti yang datang dengan mengiming-imingi," ujarnya.

Oleh karena itu, Gus Solah mengatakan semua pihak harus mengedepankan semangat akhlakul karimah dalam setiap rangkaian muktamar ini, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj saat pembukaan muktamar.

"Ini harus kita jaga ini semua tadi malam Ketum PBNU dalam pidatonya mengatakan, kita harus mengedepankan akhlakul karimah, pemaksaan dan diskrimnasi itu bukan akhlakul karimah, kecurangan juga bukan akhlakul karimah. Maka artinya kita tidak boleh ada kecurangan apapun di dalam menjalankan kegiatan muktamar ini," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Muktamar NU

Sumber : Antara
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top