Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JK: Paham Radikal Itu Selewengkan Agama, Masyarakat Harus Jaga Sitnas

Pemerintah dan masyarakat diimbau menjaga situasi nasional dari berbagai paham radikal yang muncul beberapa waktu terakhir.
Lavinda
Lavinda - Bisnis.com 15 April 2015  |  04:12 WIB
Buku agama berisi ajaran radikalisme - Antara
Buku agama berisi ajaran radikalisme - Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah dan masyarakat diimbau menjaga situasi nasional dari berbagai paham radikal yang muncul beberapa waktu terakhir.
 
Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di rumah dinas Wakil Presiden di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa 14/4/2015) malam.
 
Menurut Kalla, situasi nasional perlu dijaga dari paham radikal yang tentu ingin menghilangkan nasionalisme, menghilangkan batas-batas negara. Pasalnya, sampai saat ini Indonesia masih tetap negara nasional.
 
“Paham-paham itu menyeleweng dari agama, tentu harus diatasi dan dilawan tentu dengan pemikiran juga, dengan ideologi yang baik,” katanya.
 
Selain itu, pemerintah mendukung upaya damai melalui dialog, karena Islam dianggap seperti rahmatan lil alamin atau rahmat bagi seluruh alam semesta.
 
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu membahas masalah-masalah yang dihadapi dunia Islam dan efeknya kepada bangsa ini. Mulai persoalan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) hingga perang Yaman.
 
Dalam pertemuan itu turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Sosial Khififah Indar Parawansa, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Ketua MUI Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Ketua GP Anshor Nusron Wahid.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla paham radikal
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top