Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Soal Sebutan Petugas Partai, Pengamat Ini Bela Jokowi

Peneliti Center for Strategic and International (CSIS), Philips Vermonte, menganggap pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal partai berbeda dengan bapaknya, Sukarno.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 11 April 2015  |  15:21 WIB
Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti Center for Strategic and International (CSIS), Philips Vermonte, menganggap pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri soal partai berbeda dengan bapaknya, Sukarno.

Megawati, kata dia, dalam kongres di Bali kemarin mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya peran partai dalam pemerintahan.

"Padahal, sistem itu yang dibubarkan dengan dekrit presiden pada 1959," kata Vermonte dalam diskusi "Penumpang Gelap di Tikungan" di restoran Warung Daun, Cikini, Sabtu, 11 April 2015. "Apa yang dilakukan PDI Perjuangan sekarang adalah yang ditolak Bung Karno dulu."

Kala itu, sistem pemerintahan Indonesia adalah parlementer. Sehingga, seorang presiden tak memiliki peran besar lantaran sistem saat itu menguatkan peran partai politik. "Bung Karno tak menyukai hasil pemilu 1955 karena melemahkan presiden." Soekarno lalu membentuk sistem demokrasi terpimpin untuk menggantikan parlementer.

Philips mengingatkan bahwa dasar negara Indonesia adalah presidensial. Pusat kekuasaan, kata dia, ada di presiden. Kekuasaan ini, menurut dia, jauh di atas partai. "Jadi saat Jokowi terpilih, ia berdiri di atas semua golongan," ujarnya. "Dia bukan sebagai petugas partai lagi."

Sebelumnya, Megawati mengatakan ada gerakan deparpolisasi yang diinisiasi pihak-pihak yang mengagungkan independensi. Mereka, kata Mega, menganggap parpol sebagai beban demokrasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi megawati petugas partai

Sumber : tempo.co

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top