Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bareskrim Ancam Tahan Denny Indrayana

Bareskrim Mabes Polri mengancam menahan mantan Wamenkumham Denny Indrayana jika terus membangun opini yang berisiko mengacaukan penyidikan kasus dugaan korupsi sistem pembuatan paspor.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 02 April 2015  |  15:16 WIB
Kabareskrim Irjen Pol. Budi Waseso menjawab pertanyaan wartawan. - Antara
Kabareskrim Irjen Pol. Budi Waseso menjawab pertanyaan wartawan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Bareskrim Mabes Polri mengancam menahan mantan Wamenkumham Denny Indrayana jika terus membangun opini yang berisiko mengacaukan penyidikan kasus dugaan korupsi sistem pembuatan paspor.

Komjen Pol Budi Waseso, Kabareskrim Mabes Polri, mengatakan ada banyak pertimbangan penyidik untuk menahan Denny. “Jika upaya pembangunan opini yang bersangkutan menggangu penyidikan, penyidik bisa menahan Denny,” katanya di Kompleks Gedung Parlemen, Kamis (2/4/2015).

Meski demikian, Budi mengaku tidak akan menggangu proses penyidikan, termasuk keputusan penahanan Denny. “Penahanan Denny dan segala pertimbangannya adalah kewenangan penyidik. Saya tidak ikut campur.”

Namun, selama Denny proaktif dalam memberikan keterangan, tidak perlu ada penahanan. “Toh Denny juga sudah dicekal.”

Dasar penetapan Denny adalah adanya alat bukti. Ada kesalahan prosedur yang dilanggar. "Saat ini, keterangan saksi-saksi sudah lengkap. Bahkan surat dan kesaksian dari KPK.”

Menurutnya, kesalahan Denny itu bukan hanya adminstrasi. “Kesalahan administrasi itu opini yang dibangun Denny. Silahkan saja, namanya juga membela diri. Tapi bareskrim akan bekerja sesuai fakta hukum.”

Jika benar Denny ditahan, Budi juga tidak takut dianggap melakukan kriminalisasi. “Selama ini kami bisa membuktikan yang kita lakukan bukan kriminalisasi termasuk pada dua pimpinan KPK nonaktif, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Kriminalisasi itu hanya pendapat sebagian orang saja.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

denny indrayana
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top