HARGA BBM TURUN: Penggalangan Hak Interpelasi Tak Relevan Lagi

Keinginan anggota DPR RI untuk menggalang Hak Interpelasi pasca-diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah sudah tidak relevan lagi.
Redaksi
Redaksi - Bisnis.com 02 Januari 2015  |  06:25 WIB
HARGA BBM TURUN: Penggalangan Hak Interpelasi Tak Relevan Lagi
Ilustrasi - Bisnis.com

Kabar24.com, JAKARTA- Keinginan anggota DPR RI untuk menggalang Hak Interpelasi pasca-diturunkannya harga bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah sudah tidak relevan lagi.

Bahkan, kata anggota DPR RI dari PKB, Malik Haramain penggalangan hak interpelasi tersebut keterlaluan.

"Enggak relevan, sudah keterlaluan bahkan. Biarkan presiden yang buat kebijakan, jadi sudah enggak perlu lagi hak interpelasi itu," kata Malik di Jakarta, Kamis (01/01/2015).

Kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PKB itu, kebijakan menaikkan atau menurunkan harga BBM bersubsidi adalah bagian dari hak prerogatif presiden.

Bahkan, menurut Malik, harga BBM bersubsidi semestinya tidak perlu diturunkan. Tapi, mengingat itu merupakan kebijakan presiden, maka sebagai partai pendukung dirinya juga akan mendukung kebijakan tersebut.

"Keputusan presiden begitu, kan dia yang punya kuasa," kata Malik. (Antara)

 

BACA JUGA:

Sepekan Dirilis, "The Interview" Jadi Film Terlaris Selama 2014

RAMALAN 2015: Tahun Kambing Tahun Perdamaian

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BBM, kenaikan bbm

Sumber : Antara

Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top