Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GERAKAN PENGHEMATAN: Pedagang Mutiara Merana

Omzet pedagang asongan mutiara di Kota Mataram menurun drastis akibat kebijakan pemerintah melarang rapat di hotel sejak 1 Desember 2014.
Editor
Editor - Bisnis.com 15 Desember 2014  |  15:12 WIB
Pedagang mutiara - Antara
Pedagang mutiara - Antara

Bisnis.com, MATARAM— Omzet pedagang asongan mutiara di Kota Mataram menurun drastis akibat kebijakan pemerintah melarang rapat di hotel sejak 1 Desember 2014.

Ahyar Rosyidi, pedagang asongan mutiara di Mataram, Senin (15/12/2014), mengaku sejak ada peraturan itu ozmetnya menurun 50 persen.

"Kondisi ini dirasakan semua teman saya yang menjadi pedagang asongan mutiara dan produk pakaian khas Lombok," kata dia.

Ahyar mengatakan  setelah ada kebijakan pemerintah itu, dia dan rekan-rekannya menjajakan dagangan ke kantor-kantor. Dia juga mengatakan sudah berjualan selama 10 tahun, namun tak mendapat izin dari aparat keamanan setempat untuk masuk lingkungan kantor tertentu.

"Kalau dulu kami nongkrong berjualan di depan gerbang hotel, namun sekarang ke kantor-kantor. Kalau pimpinan kantor baik bisa masuk, tetapi ada juga yang tidak mengizinkan, dan kami hanya bisa menunggu di luar," katanya.

Dia berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan melarang rapat di hotel agar mereka tetap dapat mencari nafkah dari kedatangan tamu dari luar daerah.

Hal senada dikeluhkan Zaenab, pedagang asongan mutiara lainnya, yang berharap pemerintah memperhatikan rakyat kecil seperti dia.

"Kami menggantungkan hidup pada tamu-tamu yang berkunjung ke daerah ini," katanya. (Bisnis.com)

BACA JUGA:

KETUM PDIP: Mayoritas Ingin Jokowi, Puan 18%, Megawati 16%

Mumi Wanita Mirip Janin Berusia Lebih Seribu Tahun Ditemukan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerakan penghematan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top