Tekanan Inflasi Akibat Penaikan BBM di Jabar Baru 35%

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VI Jawa Barat dan Banten memperkirakan tekanan inflasi pada akhir tahun akan cenderung meningkat karena dampak kenaikan harga BBM baru sekitar 35% dari total dampak yang diperkirakan terjadi.
Abdalah Gifar | 02 Desember 2014 19:05 WIB
Ilustrasi pergerakan inflasi. Tekanan akibat penaikan BBM cenderung meningkat di Jabar - JIBI

Bisnis.com, BANDUNG—Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VI Jawa Barat dan Banten memperkirakan tekanan inflasi pada akhir tahun akan cenderung meningkat karena dampak kenaikan harga BBM baru sekitar 35% dari total dampak yang diperkirakan terjadi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jawa Barat-Banten Nita Yosita mengatakan inflasi Jawa Barat hingga akhir 2014 diperkirakan mencapai pada kisaran optimistis pada level 7,5 + 0,5%.

“Bank Indonesia masih optimistis inflasi pada akhir tahun diperkirakan akan terkendali sesuai dengan perkiraan ,” katanya, Selasa (2/12/2014).

Menghadapi hal tersebut, pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemprov Jabar dan Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jabar yang secara langsung melakukan program-program pengendalian inflasi.

Dengan realisasi inflasi bulanan Jabar pada November ini sebesar 1,59% (mtm), dia menyatakan hal itu sejalan dengan arah perkiraan Bank Indonesia yang cenderung bias ke atas.

“Hal ini disebabkan karena kenaikan harga BBM bersubsidi bersamaan waktunya dengan kenaikan harga cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau yang cukup tinggi pada bulan ini,” ujarnya.

Tag : kenaikan bbm
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top