Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS UKRAINA: AS Ingatkan Rusia Sudah Habis Batas Waktu

Menlu AS John Kerry mengingatkan bahwa waktu untuk memenuhi kesepakatan guna meredakan ketegangan di Ukraina sudah habis bagi Rusia, sedangkan pasukan negara itu kembali memulai latihan militer di perbatasan kedua negara.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 April 2014  |  07:40 WIB
Pernyataan Kerry dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Ukraina yang disebutnya terus menyerang kelompok separatis hingga menewaskan 5 orang.  - bisnis.com
Pernyataan Kerry dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Ukraina yang disebutnya terus menyerang kelompok separatis hingga menewaskan 5 orang. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menlu AS John Kerry mengingatkan bahwa waktu untuk memenuhi kesepakatan guna meredakan ketegangan di Ukraina sudah habis bagi Rusia, sedangkan pasukan negara itu kembali memulai latihan militer di perbatasan kedua negara.

Berbicara di Washington, Kerry menuduh Rusia menggunakan “senjata dan kekuatan pasukan” untuk memaksakan kehendaknya di Ukraina. Kerry mengatakan Rusia telah gagal memenuhi komitmen yang disepakati seminggu lalu di Jenewa. Dalam kesepakatan itu disetujui upaya untuk meredakan ketegangan dan mereka yang tidak memenuhi kesepakatan akan terkena akibatnya.

“Jika Rusia terus bersikap seperti ini maka hal itu bukan saja kesalahan fatal tapi sebuah kesalahan yang sangat mahal biayanya,” ujar Kerry sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (25/4/2014). Sebelumnya, President AS Barack Obama mengatakan AS dan negara sekutu siap untuk menerapkan sanksi yang lebih berat terhadap Rusia jika negara itu terus membuat kekacauan.

Pernyataan Kerry dikeluarkan beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengingatkan Ukraina yang disebutnya terus menyerang kelompok separatis hingga menewaskan 5 orang. Kesepakatan untuk melucuti senjata para pemberontak disepakati pekan lalu di Jenewa oleh Ukraina, Rusia, Uni Eropa dan AS.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kerusuhan ukraina Rusia Invasi Crimea

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top