Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Longsor Washington, 180 Orang Masih Hilang

Sebanyak 108 orang masih dinyatakan hilang di Washington akibat tanah longsor yang terjadi Sabtu (22/3/2014) menyebabkan puluhan rumah rusak dan menewaskan setidaknya delapan orang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 Maret 2014  |  10:31 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, WASHINGTON - Sebanyak 108 orang masih dinyatakan hilang di Washington akibat tanah longsor yang terjadi Sabtu (22/3/2014) menyebabkan puluhan rumah rusak dan menewaskan setidaknya delapan orang.

Namun demikian, sejumlah pejabat departemen manajemen bencana berharap jumlah orang hilang tersebut akan menurun tajam karena pada hari sebelumnya masih banyak ditemukan warga yang selamat. Tanah longsor yang terjadi pada Sabtu tersebut disebabkan oleh hujan besar di dekat Oso, Washington.

Menurut Kepala Departemen Manajemen Bencana daerah Snohomish, John Pennington, setidaknya enam rumah tertimbun tanah dan 49 lainnya mengalami kerusakan.

Pencarian para korban kembali dilakukan pada Senin pagi waktu setempat setelah sempat dihentikan sementara karena keselamatan para pekerja kemanusiaan terancam oleh pasir hisap berbahaya.

Juru bicara Kantor Polisi Snohomish mengatakan bahwa delapan mayat ditemukan pada Minggu malam di zona bencana yang dipenuhi oleh reruntuhan bangunan bercampur bebatuan, robohan pohon, dan lumpur. Delapan lainnya ditemukan terluka di sekitar lereng longsoran.

Pada Minggu malam, pihak berwenang mengatakan 18 orang dinyatakan hilang, tetapi pada Senin pagi, Pennington menyatakan jumlah tersebut naik menjadi 108.

"Saya yakin jumlah orang hilang tersebut akan turun drastis. Kami mengumumkan hal ini kepada publik dan kami akan terus mencari mereka," kata Pennington.

Pemerintah setempat berharap orang-orang yang hilang tersebut adalah warga yang selamat yang belum melaporkan keadaan dirinya ke petugas.

Dia menjelaskan potensi jumlah korban yang tertelan oleh tanah longsor lebih tinggi pada hari Sabtu ketika keluarga sedang berkumpul di rumah dibandingkan dengan pada hari kerja ketika para warga sedang bekerja atau bersekolah.

Dia juga mengatakan bahwa sejumlah pekerja konstruksi dalam jumlah yang belum diketahui berada di lokasi bencana pada saat kejadian.

Di sisi lain, pemerintah setempat semakin ragu akan menemukan korban selamat di timbunan tanah dan reruntuhan yang tingginya mencapai 15 meter tersebut.

"Situasinya sangat suram. Kami masih berharap dapat menemukan warga yang selamat. Namun harus diingat bahwa kami belum menemukan orang yang selamat di reruntuhan ini sejak Sabtu lalu," kata Kepala Pemadam Kebakaran Snohomish, Travis Hots.

Wakil Gubernur negara bagian Washington, Brad Owen, menyatakakan kondisi darurat di daerah Snohomish. (Antara/Reuters)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

longsor washington

Sumber : Newswire

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top