Riau Butuh Rp2,5 Triliun Untuk Genjot Produktivitas Kebun Sawit

Dinas Perkebunan Provinsi Riau membutuhkan dana sekitar Rp2,3 triliun untuk meningkatkan produksi kebun sawit dan karet milik masyarakat.
Vega Aulia Pradipta | 02 Desember 2013 20:25 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU — Dinas Perkebunan Provinsi Riau membutuhkan dana sekitar Rp2,3 triliun untuk meningkatkan produksi kebun sawit dan karet milik masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher mengatakan peningkatan produksi tersebut mencakup penggantian bibit palsu, penambahan kuota pupuk bersubsidi dan perbaikan jalan usaha tani.

“Ini penting karena dua komoditas tersebut menjadi andalan mata pencaharian masyarakat Riau secara umum,” katanya, Senin (2/12/2013).

Zulher mengatakan terdapat sekitar 110.000 Ha kebun karet masyarakat yang harus diremajakan. Sementara itu, katanya, terkait kebun sawit milik masyarakat, hampir setengahnya mengunakan bibit palsu.

“Riau punya sekitar 2,3 juta Ha kebun sawit, masyarakat memiliki sekitar 937.021 Ha, setengah dari 937.021 Ha tersebut adalah bibit palsu,” katanya.

Zulher menambahkan jalan usaha tani perkebunan Riau masih sangat jelek sehingga menimbulkan biaya tinggi. Menurutnya, jika kondisi jalan usaha tani tidak ada dibangun dengan sebaik-baiknya, maka produksi sawit dan karet masyarakat bisa turun setiap tahunnya.

Zulher menambahkan selain dana untuk penggantian bibit palsu dan perbaikan jalan di sekitar usaha tani, penambahan kuota pupuk bersubsidi menjadi sangat penting mengingat kesanggupan daya beli petani yang cendrung melemah.

Sementara itu, Zulher mengatakan pihaknya sejak tahun lalu sudah meminta agar pusat menganggarkan dana untuk peningkatan produksi kebun sawit dan karet masyarakat.

Menurutnya, tahun ini pemerintah pusat tidak ada sama sekali menggelontorkan dananya untuk penggantian bibit palsu kebun sawit masyarakat. Selain itu, katanya, sikap pemerintah pusat juga sama, yakni tidak menggelontorkan dana untuk peremajaan kebun sawit milik masyarakat.

“Saya bingung dan kesal, kenapa sector unggulan begini tidak menjadi agenda nasional, padahal untuk mengentaskan kemiskinan terbuka peluangnya dari pemberdayaan sector pertanian,” katanya.

Sementara itu, untuk perkebunan karet milik masyarakat, pemerintah pusat hannya membantu seadanya dan jauh dari permintaan yang ditawarkan Disbun Riau. Zulher mengatakan tahun ini pemerintah pusat hannya mencairkan dana untuk peremajaan sekitar 900 Ha kebun masyarakat dan tahun depan sekitar 1.300 Ha.

“Itu kan jauh sekali dari permintaan sekitar 110.000 Ha kebun karet milik masyarakat yang harus diremajakan,” katanya.

Menurutnya, program untuk meningkatkan produksi kebun sawit dan karet milik masyarakat penting mengingat tingginya sumbangsih kedua komoditas tersebut bagi perekonomian Indonesia.

Tag : kebun sawit
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top