Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Hari Pahlawan, Mantan Pejuang Ini Masih Tinggal di Gubuk Reyot

Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, Minggu (10/11/2013) ternyata masih menyisakan kepedihan bagi para pejuang yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 10 November 2013  |  20:10 WIB
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho saat mengunjungi gubuk Mawardi - Bisnis/Sukirno
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho saat mengunjungi gubuk Mawardi - Bisnis/Sukirno

Bisnis.com, MEDAN--Peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, Minggu (10/11/2013) ternyata masih menyisakan kepedihan bagi para pejuang yang telah merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Mawardi, pejuang kemerdekaan 45 yang kini berusia 87 tahun, misalnya, masih tinggal di sebuah gubuk reyot berdinding bambu. Dia tinggal di kawasan Medan Sunggal, Sumatra Utara, tak jauh dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta.

Bersama sang isteri, Mawardi yang telah berusia senja itu masih terlihat segar dan bersemangat. Gubuk reyot itu ternyata bukanlah miliknya, melainkan sewaan. Veteran itu harus membayar uang sewa setiap bulannya.

Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho bahkan tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi kediaman Mawardi. Gatot langsung mengunjungi Mawardi saat mendapatkan informasi soal keberadaan veteran yang hidup prihatin dipengujung usia.

Melihat rumah yang memprihatinkan, Gatot tercekat dan terkejut. Namun, kekagetannya berakhir saat Mawardi yang siang itu mengenakan seragam veteran LVRI menyambut kedatangan orang nomor satu di Sumut itu dengan senyuman.

Tanpa ragu, Gatot membalas sambutan itu dengan memeluk erat tubuh renta berbalut seragam hijau tua. Lelehan air mata tak terbendung di pipi Gubernur Sumut.

Dia yang didampingi Kepala Dinas Sosial Alexius Purba kemudian meninjau sudut-sudut rumah yang nyaris roboh itu. Dia melihat langsung ruang tamu, kamar tidur, dapur dan kamar mandi.

Rumah berukuran 4x6 meter itu telah bocor di bagian atap. Rumah sederhana itu berdinding tepas yang tembus pandang serta kamar mandi yang tergenang air. Belum lagi lantai yang pecah-pecah dan suasana rumah yang gelap karena minimnya cahaya masuk. 

Mawardi mendiami rumah di atas lahan sewaan bersama istrinya, Saniah, yang saat itu sedang bekerja menjadi buruh cuci. 

Melihat kondisi ini, Gatot langsung menghubungi Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumatera Utara. Dia menginstruksikan agar dinas tersebut segera memperbaiki kediaman Mawardi melalui program bedah rumah.  

“Saya minta rumah Pak Mawardi bisa diperbaiki sehingga menjadi layak huni. Saya rasa satu bulan cukup untuk melakukan bedah rumah seperti ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemilik lahan Dina Rajagukguk menyatakan tidak berkeberatan dan rela pejuang itu menempati tanah tersebut seumur hidup. “Rumah ini memang tidak layak huni, tapi kami juga tidak punya uang untuk membangun rumah bagi Pak Mawardi,” katanya.

Usai meninjau rumah, Gatot menyempatkan berbincang-bincang dengan Mawardi. Dia menanyakan kondisi keluarga, pengalaman hidup dan pemikiran seorang veteran Mawardi. Sesekali Mawardi berhasil memancing tawa Gatot dan belasan tetangga yang memadati rumahnya.

“Jangan pernah berubah Pak Gubernur,” pesan Mawardi berkali-kali kepada Gatot. Veteran ini pun sempat menyenandungkan lagu Jepang, mengenang masa-masa sulit zaman penjajahan silam. 

Menyudahi kunjungannya, Gubernur memberikan santunan berupa uang tunai kepada Mawardi. Orang nomor satu Sumut ini pun tidak lupa meminta selalu Mawardi menjaga kesehatan. 

"Bapak harus jaga kesehatan dan saya mohon restu dan doa untuk kemajuan Sumatra Utara ke depannya," pinta Gatot sembari pamit pulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

veteran pahlawan nasional.
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top