Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Headlines Koran: Kurangi Impor BBM, Akhirnya Wapres Mengaku Juga

Isu moderasi pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV tahun 2013 yang tak akan cukup signifikan mengurangi defisit transaksi berjalan menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Jumat (8/11/2013) selain melejitnya harga rumah tipe kecil sejak dua tahun terakhir dan persoalan infrastruktur yang masih menjadi kendala investasi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 08 November 2013  |  08:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Isu moderasi pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV tahun 2013 yang tak akan cukup signifikan mengurangi defisit transaksi berjalan menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Jumat (8/11/2013), selain melejitnya harga rumah tipe kecil sejak dua tahun terakhir dan persoalan infrastruktur yang masih menjadi kendala investasi.

Berikut ringkasan berita-berita utama media Ibu Kota:

Kurangi Impor BBM
Kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia untuk memoderasi pertumbuhan ekonomi di triwulan III dan IV tahun 2013 tak akan cukup signifikan mengurangi defisit transaksi berjalan. Kunci utama mengatasi defisit transaksi berjalan adalah menekan impor bahan bakar minyak (KOMPAS).

Harga Rumah Tipe Kecil Naik Tinggi
Masyarakat kelas menegah ke bawah tampaknya bakal semakin susah untuk memiliki rumah. Sebab, dua tahun terakhir, harga rumah tipe 36 ke bawah melejit begitu tinggi, bahkan lebih tinggi dari rumah menengah atas (KONTAN).

Akhirnya, Wapres Mengaku (Juga)
Wapres Bodiono mengakui bahwa Indonesia sedikit mengalami masalah dalam infrastruktur dan kepastian hukum, sehingga dapat menghambat investasi. Meski demikian, Boediono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk mengatasi kedua hambatan tersebut untuk mewujudkan iklim investasi yang nyaman. Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan acara Indonesia Investment Summit 2013 yang dihelat di Jakarta, Kamis (7/11/2013). “Memang kita mengalami keterbatasan infrastruktur, tetapi dalam dua tahun ke depan kita akan mengerjakan proyek infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, rel kereta, tol, dan energi terbarukan,” ujar Wapres (NERACA).

Indonesia Mother of All Opportunities
Kendati berada di peringkat 120 Doing Business 2014 dan mengalami sedikit turbulensi akibat defisit neraca transaksi berjalan dan sejumlah defisit lainnya, Indonesia masih menjadi mother of all opportunities setidaknya dilihat dari lima keunggulan komparatif yang dimiliki. Jika ada perbaikan hukum, infrastruktur, dan kualitas sumber daya manusia pekerja, Indonesia akan semakin baik menjadi tujuan investasi dunia (INVESTOR DAILY).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wapres boediono impor bbm headline koran ekonomi Bisnis Indonesia 30 Tahun
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top