Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korupsi Hambalang: KPK Kembali Periksa Nazaruddin

Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 September 2013  |  13:01 WIB
Korupsi Hambalang: KPK Kembali Periksa Nazaruddin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini (24/9/2013) kembali memanggil terpidana kasus Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin, sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait proyek Pusdiklat olah raga Hambalang.

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan lanjutan yang dilakukan KPK sejak kemarin.

Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan Nazar diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anas Urbaningrum. Selain Nazar, KPK juga memeriksa Munadi Herlambang(Direktur Utama PT MSONS Capital). Munadi memang terhitung loyalis Anas, yang sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Nama lainnya yang juga diperiksa hari ini adalah Tomo, staf Partai Demokrat bernama Tomo juga turut dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka Anas.

Anas Urbaningrum sendiri, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pembangunan proyek wisma atlet Hambalang berupa satu unit mobil Toyota Harrier.

Anas disangkakan melanggar pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara. Anas diduga menyalahgunakan wewenang penyelenggara negara untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, KPK juga tengah mengusut dugaan adanya uang dari proyek Hambalang yang mengalir untuk pemenangan Anas Urbaningrum di Kongres Demokrat 2010, Bandung.

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK hambalang nazaruddin
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top