Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Jamin tak Ada Titipan dalam Penerimaan CPNS

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menjamin rekruitmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini akan berjalan tanpa adanya pungutan liar (pungli) ataupun pegawai titipan.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 02 September 2013  |  11:51 WIB
Pemerintah Jamin tak Ada Titipan dalam Penerimaan CPNS

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah menjamin rekruitmen penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun ini akan berjalan tanpa adanya pungutan liar (pungli) ataupun pegawai titipan.

 Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Azwar Abubakar mengatakan pihaknya telah menggandeng sejumlah lembaga terkait untuk mensukseskan program penerimaan CPNS berjalan tanpa adanya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

 Lembaga tersebut di antaranya , Lemsanneg (Lemabaga Sandi Negara), BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), BIN (Badan Intelijen Negara), Polisi, dan Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

"Jadi ini akan bersih karena semua pemerintahan ikut,"kata Azwar Abubakar usai menghadiri Apel Kasatwil Mabes Polri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Jakarta, Senin (2/9/2013).

Dia menerangkan Lemsanneg akan melakukan enkripsi soal-soal yang diberikan agar tidak terjadi kesalahan pemberian soal dan kebocoran jawaban.

 Saat ini lembar jawaban cetak sedang dalam proses tender. Aparat kepolisian dikerahkan untuk memberikan pengamanan secara terbuka maupun tertutup. 

"Kan biasanya suka gini, ada oknum dekat dengan Menpan, BKN [Badan Kepegawaian Negara], Kampus, itu bohong. Soalnya diskrip luar biasa, langsung dibawa ke BPPT, langsung keluar nilainya. Jadi tidak ada 'titipan' lagi’," katanya. 

Dia menegaskan jika ada oknum PNS yang terbukti menerima 'titipan' dan menjanjikan CPNS diterima sebagai pegawai, maka bisa langsung dipecat.

 Undang-undang PNS juga memberikan denda dan penjara.

“Ada dua keuntungan yakni putra putri terbaik bangsa untuk bisa jadi PNS dan birokrat, dan menghapus image adanya calo seperti-seperti tahun-tahun lalu yang menyatakan menjadi PNS itu bisa dibayar. Negeri ini harus bersih,"jelasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seleksi tes cpns
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top