Defisit Australia Melebar, Kevin Rudd Terancam

Bisnis.com, SYDNEY — Defisit anggaran Australia akan melambung menjadi A$30,1 miliar (US$6,8 miliar) pada tahun fiskal ini, sehingga membatasi ruang gerak bagi Perdana Menteri Kevin Rudd dan rivalnya Tony Abbott untuk melakukan pemborosan belanja
Wike Dita Herlinda | 02 Agustus 2013 20:05 WIB

Bisnis.com, SYDNEY — Defisit anggaran Australia akan melambung menjadi A$30,1 miliar (US$6,8 miliar) pada tahun fiskal ini, sehingga membatasi ruang gerak bagi Perdana Menteri Kevin Rudd dan rivalnya Tony Abbott untuk melakukan pemborosan belanja kampanye jelang pemilu tahun ini.

Menteri Keuangan Chris Bowen memperkirakan pendapatan negara akan merosot A$33,3 miliar dalam 4 tahun ke depan. Pada 14 Mei, Pemerintah Australia memangkas proyeksi pertumbuhan pada tahun fiskal ini menjadi 2,5% dari 2,75% dan memperkirakan angka pengangguran meningkat ke level 6,25%, atau rekor tertinggi selama lebih dari 1 dekade terakhir.

“Merosotnya harga komoditas yang lebih cepat dari perkiraan telah menyebabkan lemahnya penilaian terhadap pajak perusahaan,” ujar Bowen, Jumat (2/8/2013).

Dia menambahkan pemerintah telah membuat keputusan jelas untuk membiarkan pajak turun dan mengalir seiring dengan pergerakan neraca anggaran.

Sementara itu, Partai Buruh pimpinan Rudd tengah mempersiapkan pemilu yang akan datang di tengah perang terhadap kebijakan penghematan ala David Cameron yang dilakukan oleh pihak oposisi. Program Partai Buruh sendiri menyebabkan defisit kian melebar, pada saat mereka memprioritaskan angka bekerja dan pertumbuhan ekonomi.

Partai berkuasa itu semakin menyempitkan selisih dalam berbagai jajak pandapat sejak Rudd kembali menjabat sebagai perdana menteri pada lima pekan lalu. Kondisi tersebut menjadikan mereka lebih siap untuk menghadapi pemilu yang dijadwalkan pada 7 September.

“Rudd benar-benar berusaha meyakinkan bahwa tidak akan terjadi pemangkasan besar-besaran dalam perekonomian, sesuai dengan tradisi kebijakan Partai Buruh,” ujar Zareh Ghazarian, analis politik Monash University di Melbourne.

Partai Buruh, lanjutnya, tengah berjuang untuk menekan pihak koalisi pimpinan Abbott dan kebijakan penghematan mereka yang tidak populer. Hal itu, menurut Ghazarian, merupakan senjata yang paling ampuh untuk melawan oposan.

Sumber : Bloomberg

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top