Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kantor BNI Universitas Sriwijaya Terbakar

BISNIS.COM, PALEMBANG-Kebakaran BNI Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang, Rabu (12/6/2013) diduga akibat arus pendek listrik dari salah satu ruangan bank tersebut.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Juni 2013  |  11:35 WIB

BISNIS.COM, PALEMBANG-Kebakaran BNI Universitas Sriwijaya Bukit Besar Palembang, Rabu (12/6/2013) diduga akibat arus pendek listrik dari salah satu ruangan bank tersebut.

"Kantor BNI tersebut diperkirakan tak kurang dari 80 persen dilalap si jago merah," kata Dicky Lenggardi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Palembang.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB diduga akibat konsleting arus pendek listrik.

Menurut dia, proses pemadaman kebakaran tersebut berlangsung sekitar satu jam. Puluhan petugas pemadam kebakaran berjibaku menjinakan api yang awal diperkirakan berasal dari ruang anjungan tunai mandiri (ATM). "Api berhasil ditaklukan sekitar pukul 06.00 WIB".

Kebakaran juga berhasil dilokalisir tidak merambat ke bangunan lain yang tidak berjauhan dari BNI.

Dia menjelaskan dengan terbakarnya kantor BNI tersebut maka selama 2013 sampai hari ini di Palembang terjadi sebanyak 50 kasus kebakaran. Sedangkan tahun 2012 bencana kebakaran di Palembang mencapai 150 kasus.

Dicky menambahkan pihaknya terus mengimbau agar warga Kota Palembang mewaspadai kebakaran.
"Terutama dengan memperbaiki instalasi listrik yang tidak layak, karena mayoritas penyebab kebakaran akibat arus pendek listrik," katanya. (antara/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang bni universitas sriwijaya

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top