Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KURIKULUM 2013: Semua Partai Menerima, Hanya PKS Menolak

BISNIS.COM, SURABAYA-- Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa para wakil rakyat dari mayoritas parpol dapat menerima penerapan Kurikulum 2013, kecuali PKS yang menolaknya. "Saya tidak habis pikir, karena PKS itu partai koalisi, padahal PDIP yang oposisi
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 02 Juni 2013  |  21:57 WIB
KURIKULUM 2013: Semua Partai Menerima, Hanya PKS Menolak

BISNIS.COM, SURABAYA-- Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa para wakil rakyat dari mayoritas parpol dapat menerima penerapan Kurikulum 2013, kecuali PKS yang menolaknya.

"Saya tidak habis pikir, karena PKS itu partai koalisi, padahal PDIP yang oposisi justru menerima tanpa catatan, apalagi Kurikulum 2013 juga menekankan kompetensi sikap," katanya di Surabaya, Minggu (2/6/2013).

Ia mengemukakan hal itu saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-25 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang dihadiri ratusan mahasiswa.

Dalam orasi ilmiah yang juga dihadiri Rektor Unair, Rektor ITS, Direktur PENS, Direktur PPNS, dan Direktur Poltera (Politeknik Negeri Madura) itu, ia mengaku tidak mempersoalkan penolakan PKS itu.

"Itulah politik, saya tidak mempersoalkan penolakan PKS terhadap kurikulum yang menekankan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan, karena mayoritas parpol menilai kurikulum yang bagus," katanya.

Ia mengaku parpol yang menerima penerapan Kurikulum 2013 antara lain Partai Demokrat, PKB, Gerindra, Partai Golkar, Hanura, dan sebagainya.

"Cuma, Golkar mendukung dengan catatan. Kalau PKS menolak, saya tidak tahu kepentingan di balik itu. Wallohu alam. Yang jelas, tiga kompetensi itu sesuai ajaran Nabi Muhammad yakni tilawah, tazkiyah, dan ta'alim," katanya.

Selain menekankan tiga kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) itu, Kurikulum 2013 juga merupakan jawaban terhadap era global, karena kurikulum baru itu menumbuhkan kreativitas.

"Kurikulum 2013 itu mencetak orang kreatif, karena jawaban soal dalam kurikulum baru itu tidak tunggal. Kalau prinsip begitu yang diterapkan, maka kita akan hormat kepada perbedaan," katanya seperti dikutip Antara.

Esensi lain dari Kurikulum 2013 adalah moralitas. "Kita mementingkan landasan moral, karena itu Kurikulum 2013 menambah jam mata pelajaran agama dari dua jam menjadi empat jam, apalagi kurikulum baru itu juga menyajikan pelajaran budi pekerti.

"Jadi, Kurikulum 2013 itu tidak hanya melahirkan generasi muda yang pintar, tapi juga baik (benar) dan indah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud Mohammad Nuh berpesan kepada Direktur PENS Dr Zainal Arif MT agar menumbuhkan nilai-nilai akademis dan nilai-nilai sosial yang tinggi.

"Kalau bisa, ajari mahasiswa untuk mendekati masyarakat, apakah mengajari kursus matematika gratis atau mendidik anak-anak miskin. Tidak usah jauh-jauh, dekati masyarakat di dekat PENS," katanya.

Menanggapi hal itu, Zainal Arif menyatakan mahasiswa PENS telah menandai Dies Natalis ke-25 dengan menjadi juara kontes roket di Garut, Jawa Barat.

"Tapi, kami juga mengundang siswa SMK NU I Karanggeneng, Lamongan, Ardi Pranata, yang meraih nilai UN tertinggi tingkat SMA se-Jatim tapi miskin untuk masuk PENS secara gratis lewat program Bidik Misi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pks pendidikan parpol pemerintah

Sumber : Newswire

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top