Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS KOREA: China Desak Korut untuk Lakukan Denuklirisasi

BISNIS.COM, BEIJING — Presiden China Xi Jinping mendesak Korea Utara untuk kembali pada pembicaraan 6 negara yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa program nuklir. 
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 25 Mei 2013  |  10:06 WIB
KRISIS KOREA: China Desak Korut untuk Lakukan Denuklirisasi

BISNIS.COM, BEIJING — Presiden China Xi Jinping mendesak Korea Utara untuk kembali pada pembicaraan 6 negara yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa program nuklir. 

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh News Service pada Jumat (24/5/2013), Xi mengatakan perdamaian berkelanjutan di Semenanjung Korea adalah hal yang paling diinginkan oleh semua orang saat ini. 

Posisi China, lanjut Xi, adalah agar seluruh pihak yang berkepentingan tetap berpegang pada tujuan denuklirisasi dan mengatasi masalah melalui dialog dan konsultasi. 

Xi memberikan pernyataannya tersebut pada perwakilan militer Korut Choe Ryong Hae, yang mengirim surat tulisan tangan Kim Jong Un pada Xi. 

“Saya rasa China mengambil keuntungan dari kesempatan untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap rezim [Kim],” ujar David S. Maxwell, Associate Director Center for Security Studies di Jurusan Jasa Luar Negeri Georgetown University. 

Sebagai sekutu ekonomi dan politik Korut, China menghadapi tekanan untuk  mengendalikan rezim Kim. Penguasa Korut tersebut telah mengirim ancaman serangan nuklir terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat pada Maret.

Kunjungan Choe ke China dapat menjadi indikasi bahwa Korut tengah mempertimbangkan untuk meredakan ketegangan dengan mengurangi serangan retorika yang telah dilancarkan dalam beberapa bulan terakhir. 

Presiden Xi mengatakan seluruh pihak yang terlibat dalam krisis Semenanjung Korea harus kembali pada pembicaraan enam negara untuk mencapai kesepakatan denuklirisasi guna mencapai stabilitas dan keamanan di Asia. Pembicaraan yang gugur pada 2008 itu melibatkan perwakilan dari Korut, Korsel, AS, China, Jepang dan Rusia. (dot)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china korea utara korea selatan semenanjung korea krisis nuklir

Sumber : Bloomberg

Editor : Endot Brilliantono

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top