Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KONTROVERSI E-KTP: Tak ada Lagi Pengurusan Pakai Fotocopy KTP

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Dalam Negeri menyatakan seluruh instansi pemerintah maupun swasta seharusnya tidak lagi meminta persyaratan administrasi fotokopi KTP setelah pemberlakuan tunggal E-KTP pada 2014.Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 08 Mei 2013  |  14:30 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Kementerian Dalam Negeri menyatakan seluruh instansi pemerintah maupun swasta seharusnya tidak lagi meminta persyaratan administrasi fotokopi KTP setelah pemberlakuan tunggal E-KTP pada 2014.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah telah mewajibkan seluruh instansi mempersiapkan card reader untuk menguji keabsahan E-KTP melalui Peraturan Presiden No.67/2011.

Dia menjelaskan mekanisme identifikasi melalui chip yang tertanam di E-KTP melalui card reader akan menghilangkan kebutuhan persyaratan salinan KTP dalam berbagai proses administrasi.

“Kalau masih berlaku fotokopi sepeerti itu, apa gunanya chip. Itu seperti ATM, ATM kan tidak difotokopi juga,” katanya di Kantor Presiden, Rabu (8/5/2013).

Pasal 10C Perpres no. 67/2011 menyatakan instansi pemerintah, pemerintah daerah, lembaga perbankan, dan swasta wajib menyiapkan kelengkapan teknis yang diperlukan berkaitan dengan penerapan KTP elektronik.

Kelengkapan teknis itu termasuk pembaca kartu pintar (card reader), pemindai sidik jari, dan aplikasi pembaca KTP elektronik.

Gamawan mengatakan pemerintah telah menyediakan 13.000 unit card reader kepada seluruh instansi pusat dan daerah. Pemerintah juga telah mendorong sektor swasta melalui nota kesepahaman dengan 10 instansi asuransi dan perbankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-ktp gamawan fauzi kontroversi e-ktp kontroversi
Editor : Yoseph Pencawan - nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top