Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BOM BOSTON: Obama Berikrar Seret Pelaku ke Pengadilan

BISNIS.COM, WASHINGTON-Presiden AS Barack Obama, Senin (15/4/2013) mengatakan Pemerintah AS belum mendapatkan "semua jawaban" mengenai ledakan yang mengguncang Boston, Massachusetts, Senin pagi, tapi berikrar akan menyeret siapa pun yang bertanggung-jawab
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 16 April 2013  |  07:09 WIB
BOM BOSTON: Obama Berikrar Seret Pelaku ke Pengadilan
Bagikan

BISNIS.COM, WASHINGTON-Presiden AS Barack Obama, Senin (15/4/2013) mengatakan Pemerintah AS belum mendapatkan "semua jawaban" mengenai ledakan yang mengguncang Boston, Massachusetts, Senin pagi, tapi berikrar akan menyeret siapa pun yang bertanggung-jawab ke pengadilan.

Di dalam pernyataan yang ditayangkan langsung oleh televisi dari Gedung Putih, Obama mengakui pemerintahnya masih belum mengetahui "siapa yang melakukan ini atau mengapa". http://youtu.be/UCGAQm-o078



Presiden AS tersebut tidak menyebut ledakan itu sebagai serangan teror, dan memberitahu rakyat agar "tidak melompat ke kesimpulan". http://youtu.be/4aQhe8UR9xA



Namun ia menegaskan mereka yang bertanggung-jawab atas peristiwa tersebut "akan sepenuhnya merasakan beratnya keadilan". http://youtu.be/mHqgVI_U4L4



"Kami akan menemukan siapa yang melakukan ini dan kami akan meminta pertanggungjawaban mereka," kata Obama.

Dua orang tewas dan puluhan orang lagi cedera ketika tiga ledakan yang terjadi selama Boston Marathon pada Senin sore, dua di dekat garis finis lomba itu dan satu di Boston JFK Presidential Library.(antara/xinhua/oana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obama bom washington

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top