Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KONFLIK KOREA: Korut Tes Peluruh Kendali, Industri Ditutup

BISNIS.COM, SEOUL--Korea Utara menutup sementara sebuah area industri yang selama ini dijalankan bersama dengan Korea Selatan. Hal tersebut mengisyaratkan kemungkinan adanya moderasi ditengah ancaman peluncuran misil oleh Korut.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 11 April 2013  |  15:52 WIB

BISNIS.COM, SEOUL--Korea Utara menutup sementara sebuah area industri yang selama ini dijalankan bersama dengan Korea Selatan. Hal tersebut mengisyaratkan kemungkinan adanya moderasi ditengah ancaman peluncuran misil oleh Korut.


Meskipun Korut terus menyalahkan Korsel atas ketegangan yang terjadi minggu ini di kompleks perbatasan Gaeseong, langkah negara otoritarian tersebut untuk menutup area industri tersebut hanya bersifat “sementara.”

Keputusan itu diambil Korut sehari setelah Sekretaris Pertahanan AS Chuck Hagel mendesak rezim Kim Jong Un untuk melunakkan serangan retorika Korut yang mencakup ancaman perang nuklir.

Korea Utara berkali-kali menyatakan regional sedang diambang perang sejak tes nuklir mereka pada Februari menyebabkan Korut dijatuhi sanksi PBB, serta AS dan Korsel memulai perjanjian bersama bulan lalu.

Menurut analis Kim Yong Hyun dari Donggung University di Seoul, rezim Kim Jong Un mungkin sedang berusaha untuk mengurangi ketegangan bersamaan dengan pernyataan dari AS dan Korsel bahwa ancaman tes misil Korut bisa jadi semakin dekat.

Hyun mengatakan, “Pernyataan Kantor Berita KCNA dapat ditafsirkan sebagai isyarat bahwa Korut sedang berusaha –paling tidak untuk sekarang—menjaga situasi saat ini agar tidak menjadi lebih buruk.” Ancaman tembakan misil Korut sebenarnya ditujukan untuk mempengaruhi AS dan komuintas internasional secara psikologis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara korea selatan korsel korut konflik korea

Sumber : Bloomberg

Editor : Yoseph Pencawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top