Sidang Huabei ditunda

JAKARTA: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunda pembacaan putusan dalam perkara keberatan yang diajukan SPE Petroleum Ltd dan PT Huabei Petroleum Service atas vonis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).Pengadilan menunda pembacaan putusan hingga
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 19 September 2011  |  17:58 WIB

JAKARTA: Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunda pembacaan putusan dalam perkara keberatan yang diajukan SPE Petroleum Ltd dan PT Huabei Petroleum Service atas vonis Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).Pengadilan menunda pembacaan putusan hingga 4 Oktober karena masih perlu waktu untuk mempelajari perkara tersebut. "Sidang ditunda sampai dengan 4 Oktober dengan agenda putusan. Para pihak diharapka hadir tanpa perlu dipanggil kembali," kata Sapawi, ketua majelis hakim dalam perkara tersebut, hari ini.Terkait penundaa tersebut, Anggota Divisi Litigasi KPPU Berla Wahyu Pratama menilai penundaan tersebut sebagai hal yang wajar. Kendati demikian, dia berharap perkara tersebut dapat diputus pada persidangan selanjutnya. "Mungkin majelis hakim masih butuh waktu untuk mempelajari perkara. Kami ikuti saja," katanya.Seperti diketahui, dalam putusannya KPPU menghukum Huabei dan SPE Petroleum membayar denda masing-masing Rp2,5 miliar karena terbukti bersekongkol tender pengadaan alat pengeboran dalam eksplorasi minyak dan gas di Blok Madura.KPPU menilai SPE Petroleum, selaku pelaksana tender, tidak bertindak secara mandiri dalam melakukan pengadaan Integrated Drilling Services for Exploration Wells in Madura Island Block 2009 dalam tender Nomor SPM -002 -CA senilai US$66,83 juta.Huabei dianggap masih memiliki hubungan dengan China Petrochemical Corporation (CNPC) yang tak lain adalah BUMN asal China yang menjadi induk perusahaan terafiliasi PetroChina, termasuk SPE Petroleum Ltd. (tw) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top