Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan bahwa negaranya memiliki kekhawatiran serius terhadap hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Venezuela 2024.
Blinken menyatakan bahwa perhitungan suara yang menetapkan Nicolas Maduro sebagai pemenang Pilpres, tidak akurat. Dia mengindikasikan adanya potensi kecurangan dalam Pilpres Venezuela 2024.
“Kami memiliki kekhawatiran serius bahwa hasil yang diumumkan tidak mencerminkan keinginan atau suara rakyat Venezuela,” kata Blinken saat berada di Jepang, dilansir Al-Jazeera, pada Senin (29/7/2024).
Blinken sebelumnya mengatakan bahwa AS ingin suara dalam Pilpres Venezuela dihitung secara adil dan transparan.
Sementara itu, analis senior International Crisis Group untuk Venezuela, Phillip Gunson mengatakan hasil Pilpres tersebut telah direkayasa.
"Semua yang kita lihat sejauh ini menunjukkan hasil yang dibuat pemerintah hanya rekayasa," kata Gunson.
Baca Juga
Dia menuduh penghitungan yang diumumkan oleh otoritas Pemilu yang dikendalikan pemerintah Venezuela tidak sesuai dengan suara yang diberikan.
"Hasil yang diklaim oposisi adalah benar, sangat sesuai dengan apa yang dikatakan jajak pendapat selama beberapa bulan terakhir. Semua hasil parsial yang kita lihat sejauh ini menunjukkan oposisi memperoleh sekitar tiga per lima suara," lanjutnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihak berwenang membiarkan tempat pemungutan suara tetap dibuka melewati waktu yang seharusnya dan mencegah saksi pihak oposisi mendapatkan bukti pemungutan suara.
Seperti diketahui, hasil Pilpres Venezuela 2024 menyatakan bahwa petahana Nicolás Maduro (61) dinyatakan sebagai pemenang, pada Senin (29/7/2024).
Kepala Dewan Pemilihan Nasional, Elvis Amoroso mengatakan Maduro memperoleh 51% suara, mengalahkan kandidat oposisi Edmundo González, yang memperoleh 44% suara. Dia mengatakan bahwa hasil tersebut didasarkan pada rekapitulasi dari 80% tempat pemungutan suara.