Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei: Pendukung PDIP dan PKB Justru Tolak MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran

Sebanyak 64% pendukung PKB tidak setuju dengan diskualifikasi Prabowo-Gibran dari Pilpres 2024 berdasarkan hasil survei terkini Indikator Politik Indonesia
Survei: Pendukung PDIP dan PKB Justru Tolak MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran. Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tiba diacara debat capres kelima di Jakarta, Minggu (4/2/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Debat Capres terakhir dengan mengambil tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi. JIBI/Bisnis - Abdurachman
Survei: Pendukung PDIP dan PKB Justru Tolak MK Diskualifikasi Prabowo-Gibran. Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tiba diacara debat capres kelima di Jakarta, Minggu (4/2/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Debat Capres terakhir dengan mengambil tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi. JIBI/Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei nasional terkait persepsi publik menjelang pengucapan putusan sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (22/4/2024) besok.

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyebut bahwa sebanyak 64% basis pendukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak setuju dengan diskualifikasi pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Padahal, PKB merupakan anggota koalisi partai pengusung paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Salah satu tuntutan Anies-Muhaimin terhadap MK adalah pembatalan pasangan Prabowo-Gibran sebagai peserta Pilpres 2024.

“Basisnya sendiri berbeda dengan elite partainya. Karena basis PKB enggak ada masalah kalau Pak Prabowo menang. [Sebanyak] 64% minta [kepesertaan Prabowo-Gibran] jangan dibatalkan,” katanya dalam pemaparan hasil survei secara virtual, Minggu (21/4/2024).

Hal ini berbeda jauh dengan sikap basis pendukung partai pengusung Anies-Muhaimin lainnya, yakni Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sebanyak 59% basis pendukung Nasdem setuju terhadap diskualifikasi Prabowo-Gibran, disusul basis pendukung PKS sebesar 56,8%.

Di sisi lain, menurut Burhanuddin, hal menarik juga datang dari basis pendukung PDI Perjuangan (PDIP) yang mengusung paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Lebih banyak pendukung PDIP yang tidak setuju dibandingkan dengan yang setuju terhadap diskualifikasi Prabowo-Gibran, yakni 44,2% dibandingkan 36,5%.

“Sepertinya basis PDIP ini sudah move on [dari hasil Pilpres 2024],” pungkasnya.

Adapun, pihaknya melakukan survei nasional ini pada 4-5 April 2024 lalu. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon seluler.

Indikator Politik Indonesia memilih sampel melalui metode Random Digit Dialing (RDD) sebanyak 1.201 responden. Jumlah ini diklaim mencakup sekitar 83% dari total populasi nasional.

Sementara itu, margin of error survei ini diperkirakan ± 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan asumsi simple random sampling.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper