Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai Baku Hantam TNI AL vs Brimob, Polda Papua Barat Klaim Situasi Terkendali

Polisi mulai menyelidiki insiden baku hantam antara prajurit TNI AL dan Brimob di Sorong, Papua Barat.
Bentrok TNI vs Brimob
Bentrok TNI vs Brimob

Bisnis.com, JAKARTA -- Polda Papua Barat dan TNI Angkatan Laut menyelidiki insiden bentrokan antara anggota Polisi Militer TNI AL (Pomal) dengan personel Brimob di Kota Sorong, Minggu kemarin.

Sekadar informasi, insiden baku pukul antara aparat negara tersebut telah merusak sejumlah fasilitas publik dan menyebabkan sedikitnya 5 orang terluka.

Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Sorong, Senin, telah memerintahkan Komandan Satuan Brimob Polda Papua Barat Kanit Propam berkoordinasi dengan TNI AL untuk mendapatkan titik terang atas kejadian bentrok itu.

"Jadi pak Dansat Brimob dan Kanit Propam Polda Papua Barat akan turun, kita akan kerja sama dengan kawan-kawan dari Pomal, Intel Armada dan Intel Lantamal untuk mendapatkan gambaran secara utuh dari kejadian itu," ujar Kapolda dilansir dari Antara, Senin (15/4/2024).

Johnny menambahkan bahwa pasca-bentrok itu langsung diikuti dengan penyelidikan secara utuh dari fungsi-fungsi yang ada. Tujuannya supaya bisa mendapatkan titik terang dari asal mula kejadian itu kemudian akan diikuti dengan sebuah sanksi keras terhadap anggota jika terbukti terlibat aktif.

Apalagi, kata dia, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Sorong, Papua Barat Daya telah aman dan kondusif pasca-bentrok yang terjadi di Pelabuhan Sorong pada Minggu 14 April 2024.

"Aman itu, kondisi di Kota Sorong sudah aman terkendali," ujarnya.

Jadi, kata dia, pada prinsipnya hal ini terjadi di tingkat individu. Bahwa hal yang sebenarnya ada kesalahpahaman di sana, akhirnya berdampak.

"Jadi ini bukan antar-satuan, tidak ada, ini individu, seperti itu," ujarnya.

Menurut dia, penyelidikan ini akan dilakukan secara utuh dan menyeluruh terhadap bentrok antara personel TNI AL (Pomal) dengan anggota Brimob pada Minggu (14/4/2024).

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada III) Laksamana Muda TNI Hersan sangat menyayangkan kejadian yang tidak diinginkan terjadi, sebab hubungan antara TNI/Polri telah terjalin baik selama ini.

"Kami tetap mendukung upaya Polda Papua Barat dan kami juga akan tetap melakukan penyelidikan guna penyelesaian masalah ini," ucapnya.

Dia juga tetap memberikan dukungan penuh kepada Polda Papua Barat untuk memberikan sanksi keras kepada anggota Polri yang terbukti salah dalam kejadian bentrok di Pelabuhan Sorong.

Awal Bentrok 

Sebelumnya, terjadi bentrok antara sejumlah personel Polisi Militer TNI AL (Pomal) Lantamal XIV/Sorong dengan anggota Brimob Polda Papua Barat Batalyon B Sorong, Minggu (14/4/2024) pagi sekitar pukul 09.30 WIT.

Diduga kuat terjadi salah paham antara anggota Brimob dan Pomal TNI AL di Pelabuhan Laut Sorong kemudian berdampak pada perkelahian antara sesama aparat. Akibatnya sejumlah personil Kepolisian dan TNI AL mengalami luka-luka.

Dampak lain dari bentrokan itu, sejumlah fasilitas ikut dirusak, seperti Terminal Pelabuhan Laut Sorong, Polsek KP3 Laut, Pos Lantas Drive Thrue Kuda Laut. Selain itu, 2 Pos Pengamanan Idul Fitri Polresta Sorong Kota di Jalan Yos Sudarso, Kampung Baru.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper