Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pembicaraan Gencatan Senjata di Gaza Mentok, Tanggal Serangan ke Rafah Ditetapkan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menetapkan tanggal serangan ke Rafah ketika rencana gencatan senjata di Jalur Gaza gagal terwujud.
Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun
Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa pihaknya telah menolak proposal gencatan senjata Israel yang dibentuk pada pembicaraan di Kairo, Mesir. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menetapkan tanggal serangan ke Rafah.

Sebelumnya, Israel dan Hamas telah mengirim tim ke Mesir pada Minggu (7/4/2024) untuk melakukan pembicaraan yang melibatkan mediator Qatar dan mesir, serta Direktur CIA William Burns. 

Adapun, hadirnya Burn telah membuat tekanan dari sekutu utama Israel yakni AS, untuk mencapai kesepakatan yang akan membebaskan sandera Israel yang ditahan di Gaza, dan memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina yang miskin. 

"Kami menolak usulan terbaru Israel yang diberitahukan pihak Mesir kepada kami. Politbiro bertemu hari ini dan memutuskan hal ini,” jelas pejabat senior Hamas Ali Baraka, dikutip dari Reuters, pada Selasa (9/4/2023).

Sebelumnya, para pejabat Hamas mengatakan bahwa tidak ada kemajuan yang dicapai dalam negosiasi tersebut. 

Pejabat Hamas yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa tidak ada perubahan dalam posisi pendudukan (Israel) dan oleh karena itu, tidak ada hal baru dalam perundingan di Kairo. 

Pada Senin (8/4/2024) sehari setelah pasukan Israel menarik diri dari beberapa wilayah di Gaza selatan, Netanyahu mengatakan dia telah menerima laporan rinci tentang perundingan di Kairo.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk mencapai tujuannya, terutama yang pertama dan terpenting adalah pembebasan semua sandera dan mencapai kemenangan penuh atas Hamas. 

“Kemenangan ini memerlukan masuknya ke Rafah dan penghapusan batalion teroris di sana. Itu akan terjadi – ada tanggalnya,” tuturnya. 

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper