Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

JK Blak-blakan, Kritik KPU hingga Pemilu 2024 Terburuk Pasca-reformasi

Jusuf Kalla menyebut Pemilu 2024 sebagai yang terburuk pascareformasi 1998 dan menkritisi kinerja KPU yang banyak bermasalah
JK Blak-blakan, Kritik KPU hingga Pemilu 2024 Terburuk Pasca-Reformasi. Politikus Golkar Jusuf Kalla (JK), Selasa (10/10/2023) di Jakarta, menyatakan bahwa dirinya mengambil posisi netral dalam pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024./Istimewa
JK Blak-blakan, Kritik KPU hingga Pemilu 2024 Terburuk Pasca-Reformasi. Politikus Golkar Jusuf Kalla (JK), Selasa (10/10/2023) di Jakarta, menyatakan bahwa dirinya mengambil posisi netral dalam pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla menyebut Pemilu 2024 sebagai yang terburuk pascareformasi 1998. Dia mengkritisi proses sebelum hari pemungutan suara yang sarat kecurangan.

"Ya prosesnya, lebih banyak di prosesnya. Penyelenggaraannya justru aman-aman saja. Proses menurutku [yang paling buruk]," ujarnya dikutip dari YouTube Keep Talking, dikutip Minggu (31/3/2024).

Lebih lanjut, pria yang disapa JK ini juga menilai kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat mengurus Pemilu 2024 banyak bermasalah. Menurutnya, Indonesia tidak mempercayai kepada sistem digital dalam penghitungan suara pemilu. Namun, digitalisasi juga diterapkan bersamaan dengan sistem manual dalam proses rekapitulasi suara.

"Yang kita percaya manual, tapi dipercaya juga sistem komputer. Jadi lebih rumit itu," ujarnya.

JK pun mengaku telah mengusulkan pemilu dikembalikan kembali ke sistem proporsional tertutup seperti pada Pemilu 1999.

Diberitakan sebelumnya, JK menilai sistem yang juga dikenal dengan sebutan coblos partai itu, akan melahirkan calon legislatif yang lebih berkualitas karena melewati mekanisme seleksi partai.

“Ini harus kembali kepada sistem pemilu tertutup, supaya antara calon tinggal diseleksi dulu oleh partai. Ini orang yang baik, bukan hanya orang asal terkenal,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper