Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Begini Update Perbaikan Anomali Data Penghitungan Suara di KPU

Anomali meliputi tidak sinkronnya data yang tampak pada foto formulir C hasil pleno yang diunggah ke Sirekap dengan data yang ditayangkan di laman resmi KPU.
Warga mengakses aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga mengakses aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP) di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan telah melakukan ralat terkait anomali data dalam proses penghitungan suara melalui Sistem Rekapitulasi Pemilihan Umum 2024 (Sirekap) dan data yang ditampilkan di laman resmi KPU.

Ketua KPU Hasyim Asyari menjelaskan bahwa anomali data terjadi pada rekapitulasi yang antara lain dipicu oleh tidak sinkronnya data yang tampak pada foto formulir C hasil pleno yang diunggah ke Sirekap dengan data yang ditayangkan di laman resmi KPU.

Terhadap anomali data tersebut, jelasnya, KPU telah melakukan perbaikan secara bertahap sejak 15 Februari 2024.

“Ada data-data yang tidak sinkron antara foto formulir C hasil pleno TPS [tempat pemungutan suara] yang diunggah ke Sirekap dengan hasil konversi angka yang ditayangkan itu," jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (23/2/2024).

Hasyim memerinci, KPU telah memperbaiki anomali tersebut untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dengan mengoreksi data dari 74.181 TPS.

“Untuk Pemilu DPR itu sebanyak 14.651 TPS, kemudian untuk Pemilu DPD sebanyak 10.512 TPS,” ujarnya.

Dia menambahkan, anomali data hasil konversi dari foto form C hasil pleno yang diunggah ke Sirekap, khususnya untuk jenis Pemilu DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota akan diproses oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota masing-masing.

Sebagai informasi, berdasarkan data hasil real count KPU hingga Kamis (22/2/2024) pukul 23.00 WIB, progres suara masuk mencapai 75,26%. Persentase ini merupakan hasil 619.579 dari 823.236 TPS di 38 provinsi.

Berdasarkan pantauan Bisnis, hingga Jumat (23/2/2024) pukul 12.30 WIB, KPU belum memperbarui data perolehan suara sementara real count di laman resminya.

Dari jumlah suara yang telah masuk tersebut, keunggulan Prabowo-Gibran menyentuh angka 58,89% atau sama dengan 65.049.492 suara. Paslon 2 ini tampak unggul di mayoritas wilayah.

Capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyusul di posisi kedua dengan persentase 24,06% suara. Pasangan calon (paslon) nomor urut 1 ini meraup 26.581.455 suara dan unggul di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat.

Paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md berada di posisi terakhir dengan perolehan 17,05%. Persentase tersebut setara dengan 18.833.011 suara.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper