Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Satgas Pangan Polri Ikut Jelaskan Alasan Harga Beras Naik

Satuan Tugas alias Satgas Pangan Polri mengungkap  alasan tren kenaikan harga beras di sejumlah wilayah Indonesia.
Presiden Jokowi menyerahkan bantuan pangan atau bansos cadangan beras pemerintah (CBP) kepada masyarakat penerima manfaat di Gudang Bulog Meger, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (31/1/2024).
Presiden Jokowi menyerahkan bantuan pangan atau bansos cadangan beras pemerintah (CBP) kepada masyarakat penerima manfaat di Gudang Bulog Meger, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (31/1/2024).

Bisnis.com, JAKARTA -  Satuan Tugas alias Satgas Pangan Polri mengungkap  alasan tren kenaikan harga beras di sejumlah wilayah Indonesia.

Kasatgas Pangan Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan menyampaikan alasan kenaikan beras tersebut terjadi karena beberapa faktor mulai dari gangguan cuaca hingga keterbatasan air di masing-masing wilayah.

"Bila terjadi kenaikan harga beras di beberapa daerah, itu disebabkan beberapa faktor seperti gangguan cuaca, kenaikan biaya produksi, keterbatasan lahan dan air sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan hasil produksi di beberapa daerah sentra produksi beras," ujarnya dalam keterangan, dikutip Selasa (13/2/2024).

Lebih lanjut, dia menyampaikan beberapa faktor kenaikan beras tersebut merupakan hasil dari monitoring pihaknya di beberapa daerah.

Di samping itu, Jenderal Bintang Satu itu mengklaim bahwa saat ini pihak terkait telah melakukan antisipasi soal kenaikan beras tersebut.

"Namun terkait hal tersebut sudah dilakukan langkah-langkah antisipasi oleh Kementerian atau lembaga terkait," tambahnya.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri juga menyatakan telah melakukan pemantauan dan pengawasan terkait ketersediaan dan pendistribusian beras dari hulu hingga hilir.

Kegiatan pencegahan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan tidak terjadinya penimbunan beras atau tindakan lain yang dilakukan oleh oknum terkait.

"Monitoring di tingkat hilir agar tidak terjadi simpul-simpul yang dapat menghambat kelancaran jalur distribusi sampai ke konsumen," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper