Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Prabowo Ditertawakan di Twitter setelah Viral Bicara soal Merit System dan Menolak "Koncoisme"

Prabowo Subianto viral di Twitter lantaran bicara soal merit system di mana seseorang dapat merengkuh pencapaian tertentu karena pengabdian dan pengorbanan.
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya saat Debat Kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Debat tersebut bertemakan kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya saat Debat Kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Debat tersebut bertemakan kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Prabowo Subianto viral di Twitter lantaran bicara soal merit system di mana seseorang dapat merengkuh pencapaian tertentu karena pengabdian dan pengorbanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Universitas Pertahanan (Unhan) di Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, kebiasaan masyarakat Indonesia saat ini sering mengedepankan sistem "koncoisme" dalam pemberian promosi maupun penghargaan bagi individu dalam sistem birokrasi RI.

Oleh sebab itu, dia menekankan bahwa bangsa Indonesia harus menuju ke arah merit system, di mana seseorang dapat merengkuh pencapaian tertentu murni, karena pengabdian dan pengorbanan.

“Kebiasaan kita adalah nanti koneksi. Iya, kan. Koncoisme dan sebagainya. Kamu anaknya siapa, kamu ponakannya siapa, dan sebagainya,” katanya.

Sontak saja, pernyataan Prabowo Subianto tersebut viral di Twitter dan langsung jadi bahan diskusi netizen.

Beberapa di antara mereka tertawa, bagaimana bisa Prabowo menyinggung soal merit system sementara dirinya dengan sadar menjadikan Gibran Rakabimung Raka sebagai Cawapresnya.

Sebab jika berbicara tentang merit system dan menolak sistem "koncoisme" maka belum selayaknya Wali Kota Solo tersebut mendampingi Prabowo sebagai calon RI 2.

Apalagi, Gibran hadir diduga dengan bantuan dan cawe-cawe dari pamannya, yang dulu Ketua MK dan ayahnya, Presiden RI Joko Widodo.

"Prabowo bicara merit system? Ingat nggak cawapresnya itu hasil loncat sistem," tulis salah satu netizen.

Hal inilah yang membuat Gibran juga mendapatkan julukan sebagai "anak haram konstitusi" dari berbagai kalangan.

Namun hingga H-2 Pemilu, putra sulung Jokowi tersebut masih berstatus Cawapres Prabowo Subianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper