Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kata Tim Puslabfor Mabes Polri Soal Gas Menyengat dari PT Chandra Asri Cilegon

Tim Puslabfor Polri menegaskan gas yang keluar dari PT Chandra Asri Pacific yang menyebabkan bau menyengat dipastikan aman.
Kata Tim Puslabfor Mabes Polri Soal Gas Menyengat dari PT Chandra Asri Cilegon. Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Kata Tim Puslabfor Mabes Polri Soal Gas Menyengat dari PT Chandra Asri Cilegon. Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menegaskan gas yang keluar dari PT Chandra Asri Pacific yang menyebabkan bau menyengat dipastikan aman.

Kasubdit Toksikologi Lingkungan, Puslabfor Mabes Polri, AKBP Faisal Hamad mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP pada Minggu (21/1/2024) pada 9.00 pagi, bersama tim Chandra Asri.

Hasilnya, tim Puslabfor Mabes Polri telah menemukan senyawa gas hidrokarbon yang berasal dari cerobong asap PT Chandra Asri. Namun demikian, Faisal menuturkan gas yang ditemukan tersebut aman.

"Kami perlu tekankan di sini gasnya sudah dalam kondisi aman dan harap digarisbawahi, bahwa udara di TKP aman dan jauh dari batas baku mutu udara yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Faisal dalam keterangannya, Seni (23/1/2024).

Dengan begitu, Faisal menekankan bahwa masyarakat di sekitar PT Chandra Asri Pacific Tbk di Cilegon tidak perlu khawatir untuk melakukan aktivitas seperti semula.

"Masyarakat kini bisa kembali aktivitas kembali seperti semula dan tidak perlu khawatir baik yang berada disekitar pabrik maupun di Kota Cilegon," tegasnya.

Untuk diketahui, pada Sabtu (20/1/2024) pabrik Chandra Asri mengalami gangguan pada alat sehingga mengharuskan pembakaran di cerobong atau flaring. Asap dari kepulan tersebut mengakibatkan sejumlah warga mengalami sesak napas, mata perih hingga mual dan muntah. 

Head of Corporate Communications Chandra Asri Chrysanthi Tarigan mengatakan aktivitas tersebut dilakukan sesuai dengan SOP dan prosedur yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan serta masyarakat sekitar. 

"Kendala berhasil ditangani secara cepat serta dampaknya diminimalisir dengan baik. Dapat kami sampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Chrysanthi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper