Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres Maruf: Kampus Jangan Hanya Perbanyak Jumlah Lulusan, Amalkan Ilmu!

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar institusi pendidikan tidak hanya fokus menambah lulusan, tetapi memastikan orang terdidik dapat mengamalkan ilmunya.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. / dok. Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. / dok. Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta agar institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi tidak hanya berfokus untuk memperbanyak jumlah lulusan.

Orang nomor dua di Indonesia itu menegaskan bahwa tugas utama institusi pendidikan adalah memastikan kualitas para alumni dengan sebaik mungkin, sehingga mampu berkontribusi aktif dalam memajukan bangsa.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat untuk memberikan ilmu yang aplikatif agar ke depan peserta didik dapat mengimplementasikannya.

"Perguruan tinggi harus berorientasi pada masa depan. Ilmu yang diajarkan hari ini semestinya relevan dan aplikatif dengan kondisi di masa mendatang," ujar Mahfud, dikutip melalui Youtube Sekretariat Wapres, Minggu (21/01/2024).

Lebih lanjut Wapres Ke-13 RI itu juga menyampaikan, untuk menerapkan hal ini, setidaknya terdapat empat strategi yang dapat dilakukan oleh para peserta didik dan tenaga pendidik.

Pertama, kata Ma’ruf para wisudawan dan wisudawati agar mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan untuk membawa manfaat kepada sesama.

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun menilai, setelah ilmu diterima oleh peserta didik, maka para peserta didik sepenuhnya memiliki kendali dalam mengamalkannya untuk berkontribusi dalam mengatasi persoalan bangsa.

Kedua, dia melanjutkan untuk menghidupkan semangat toleransi, menghargai keragaman, serta menghormati perbedaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

Dengan demikian, dia melanjutkan poin ketiga bahwa para peserta didik maupun tenaga pendidik harus sama-sama menjadi agen kebaikan, pelopor perubahan, sekaligus suri tauladan bagi masyarakat.

Ketiga, dia menilai diperlukannya untuk menghidupkan budaya kolaborasi untuk berinovasi, termasuk melalui pola kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, tanpa adanya partisipasi aktif dari generasi penerus bangsa, maka cita-cita dalam membangun Indonesia Maju akan terputus di generasi sebelumnya dan tidak berkelanjutan.

"Selanjutnya, saya mengajak para wisudawan dan wisudawati sekalian untuk tidak hanya menjadi saksi yang pasif, tetapi justru menjadi motor penggerak dalam pembangunan bangsa ini," ujar Ma’ruf.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper