Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hamas Kirim Video 2 Sandera Tewas, Ancam Israel Hentikan Serangan di Gaza

Kelompok militan Palestina, Hamas kembali mengancam Israel dengan mengunggah video yang menampilkan dua jenazah sandera Israel.
Hamas Kirim Video 2 Sandera Tewas, Ancam Israel Hentikan Serangan di Gaza. Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun
Hamas Kirim Video 2 Sandera Tewas, Ancam Israel Hentikan Serangan di Gaza. Tentara Israel duduk di dalam kendaraan militer, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, dekat perbatasan dengan Gaza, di Israel selatan, 18 Desember 2023. REUTERS/Ronen Zvulun

Bisnis.com, JAKARTA - Kelompok militan Palestina, Hamas kembali mengancam Israel dengan mengunggah video yang menampilkan dua jenazah sandera Israel. Mereka memperingatkan Israel untuk berhenti memborbadir Gaza.

Sebuah video baru yang dirilis Hamas menunjukkan jenazah yang diduga bernama Yossi Sharabi dan Itai Svirsky. Video yang sama juga menampilkan sandera Israel lainnya yakni Noa Argamani, yang sedang membaca naskah di depan tembok putih kosong dan mengatakan keduanya terbunuh oleh serangan Israel.

Juru bicara militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan ada kekhawatiran serius mengenai nasib para sandera yang diduga tewas dalam video tersebut. Dia menyebutkan bahwa salah satu dari mereka, yang dia identifikasi sebagai Svirsky, tidak terbunuh oleh tembakan Israel.

"Itai tidak ditembak oleh pasukan kami. Itu adalah kebohongan Hamas. Bangunan tempat mereka ditahan bukanlah sasaran dan tidak diserang oleh pasukan kami. Kami tidak menyerang suatu tempat jika kami tahu mungkin ada sandera di dalamnya," katanya dilansir dari Reuters, Selasa (16/1/2024).

Reuters tidak dapat memverifikasi apa yang terjadi pada ketiga orang tersebut, yang termasuk di antara 240 orang yang disandera oleh militan Islam Hamas selama serangan mendadak lintas batas ke Israel selatan pada 7 Oktober.

Sekitar setengah dari sandera tersebut dibebaskan dalam gencatan senjata yang berlangsung singkat pada November, tetapi Israel mengatakan 132 sandera masih berada di Gaza dan 25 orang tewas dalam penawanan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper