Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Joe Biden Berunding dengan Qatar dan Mesir, Bebaskan Sandera yang Ditahan Hamas

Presiden AS Joe Biden berunding dan bekerja sama dengan para pemimpin Qatar, Mesir dan Israel, untuk menjamin kebebasan sandera yang ditahan Hamas
Joe Biden Berunding dengan Qatar dan Mesir, Bebaskan Sandera yang Ditahan HamasPresiden AS Joe Biden berjalan di halaman Selatan Gedung Putih sebelum menaiki Marine One di Washington, DC, AS, pada Selasa, (14/11/2023). / Bloomberg
Joe Biden Berunding dengan Qatar dan Mesir, Bebaskan Sandera yang Ditahan HamasPresiden AS Joe Biden berjalan di halaman Selatan Gedung Putih sebelum menaiki Marine One di Washington, DC, AS, pada Selasa, (14/11/2023). / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berunding dan bekerja sama dengan para pemimpin Qatar, Mesir dan Israel, untuk menjamin kebebasan sandera yang ditahan Hamas.

Biden menyatakan bahwa Hamas telah menyandera lebih dari 100 orang, termasuk 6 warga negara AS, di Jalur Gaza selama 100 hari.

Pemimpin AS tersebut meyakinkan bahwa dia dan para mitranya telah bekerja tanpa henti untuk mencoba menjamin kebebasan para sandera.

“Menteri Blinken kembali ke wilayah tersebut pekan lalu untuk mencari jalan ke depan bagi kesepakatan untuk membebaskan semua orang yang masih ditahan," katanya, dilansir TASS, Senin (15/1/2024). 

Dia meyakinkan bahwa AS dan mitra-mitranya belum menghentikan upaya mencari jalan keluar bagi pembebasan sandera tersebut. 

"Saya berharap dapat menjaga kontak dekat dengan rekan-rekan saya di Qatar, Mesir, dan Israel untuk memulangkan semua sandera kepada keluarga mereka," ucapnya. 

Seperti diketahui, ketegangan kembali memanas di Timur Tengah antara Hamas dan Israel, sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.

Sebagai tanggapan, Israel telah menyatakan kesiapan perang, mengumumkan blokade total terhadap Jalur Gaza, dan mulai melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza dan beberapa wilayah di Lebanon, Suriah dan Tepi Barat. 

Gencatan senjata selama 7 hari yang dimulai sejak 24 November 2023, telah diberlakukan di Jalur Gaza setelah kesepakatan yang dicapai antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Qatar. 

Kemudian, setelah 7 hari gencatan senjata, perang dimulai kembali dengan Israel meluncurkan serangan melalui udara ke Jalur Gaza. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper