Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Humas Polri Respons Dugaan Intimidasi Polisi di Pentas Teater Butet

Humas Polri meminta laporan jika ada oknum polisi melakukan intimidasi di pentas teater di TIM, Jakarta.
Humas Polri Respons Dugaan Intimidasi Polisi di Pentas Teater Butet. Butet Kartaredjasa/Jibiphoto
Humas Polri Respons Dugaan Intimidasi Polisi di Pentas Teater Butet. Butet Kartaredjasa/Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak kepolisian merespons isu intimidasi yang dilakukan pihaknya dalam pertunjukan seni di Taman Ismail Marzuki yang digelar oleh Agus Noor dan seniman Butet Kartaredjasa.

Penulis naskah teater, Agus Noor menyampaikan menjelang pentas teater yang merupakan produksi ke-41 Indonesia Kita, yakni "Musuh Bebuyutan" itu sempat menuai ketegangan.

Pasalnya, dia dengan sutradara disebut perlu menandatangani pernyataan agar tidak memuat unsur politik. Padahal, seniman itu menegaskan bahwa lakon yang dihelatnya itu merupakan kisah sederhana.

"Setelah masa Orde Baru, baru kali ini saya sebagai penulis dan sutradara merasakan ketegangan menjelang pementasan. Diminta menandatangani pernyataan bahwa lakon ini tidak menyentuh isu politik. Hehe. Lelucon seringkali menjadi ancaman terhadap kekuasaan," kata Agus dikutip di Instagram, Selasa (5/12/2023).

Menanggapi hal itu, Kepala Divisi Humas Polri Shandi menyampaikan bahwa pihaknya akan menjunjung tinggi netralitas, apalagi pada perhelatan Pemilu 2024.

"Jadi begini, Polisi netral dalam kegiatan-kegiatan yang sudah diselenggarakan, apalagi dalam Pemilu," kata Shandi di Mabes Polri, Jakarta Selasa (5/12/2023).

Dia juga menegaskan bahwa apabila ada oknum anggota kepolisian bisa dilaporkan. Dengan begitu, isu-isu terkait netralitas tidak menjadi bola liar di masyarakat.

"Apabila ada oknum yang tidak sesuai ketentuan silakan dilaporkan. Jadi kita tidak usah berpersepsi, tidak usah berandai-andai," tambahnya.

Dugaan intimidasi dari polisi dalam pentas teater di TIM tersebut juga diamini oleh jurnalis senior Goenawan Muhammad. 

"Butet mentas. Ini pentas Indonesia Kita yg ke-41. Tapi kali ini luar biasa. Polisi datang dan minta Butet bikin statemen utk tidak bicara politik. Sensor berlaku lagi. Orde Baru yg kejam sedang ditumbuhkan lagi?" tulisnya melalui akun X. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper