Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sudirman Said Kritik Penyerapan Anggaran Lambat di Akhir Jabatan Jokowi

Wakil Kapten Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Sudirman Said mengkritik penyerapan anggaran yang lambat pada akhir masa jabatan Jokowi.
Calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (ketiga kiri) dan Muhaimin Iskandar (ketiga kanan) berfoto bersama Kapten Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Muhammad Syaugi Alaydrus (kedua kiri), Wakil Kapten Sudirman Said (kedua kanan), Bendahara Gede Widiade (kanan), Sekjen Novita Dewi (kiri) saat deklarasi susunan tim kampanye di Jalan Diponegoro Nomor 10, Jakarta, Selasa (14/11/2023). Koalisi Perubahan mengumumkan susunan tim kampanye yang akan
Calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (ketiga kiri) dan Muhaimin Iskandar (ketiga kanan) berfoto bersama Kapten Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) Muhammad Syaugi Alaydrus (kedua kiri), Wakil Kapten Sudirman Said (kedua kanan), Bendahara Gede Widiade (kanan), Sekjen Novita Dewi (kiri) saat deklarasi susunan tim kampanye di Jalan Diponegoro Nomor 10, Jakarta, Selasa (14/11/2023). Koalisi Perubahan mengumumkan susunan tim kampanye yang akan

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Kapten Timnas Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Sudirman Said mengkritik penyerapan anggaran yang lambat pada akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dia menyampaikan seharusnya peningkatan penyerapan anggaran tidak dilakukan pada akhir masa jabatan, sebab pada akhir periode jabatan biasanya tidak banyak hal yang bisa dikerjakan.

"Sebenarnya kalau mau meningkatkan penyerapan anggaran bukan sekarang-sekarang ini, dari awal itu. Tendernya dipercepat, bahkan tender itu sebenarnya bisa dilakukan sebelum DIPA itu diputuskan sebetulnya. kalau sudah tinggal beberapa minggu tidak banyak yang bisa dikerjakan," kata Sudirman di Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2023).

Eks Menteri ESDM itu juga menyoroti apabila serapan anggaran digenjot pada akhir masa jabatan, maka bakal beresiko penggunaan yang tidak biasa atau seenaknya.

"Karena waktunya pendek kan, di-rush, kualitas proyeknya jadi dikorbankan, yang penting segara ada berita acara, kemudian tagihannya keluar terus anggarannya cair," kata Sudirman.

Di sisi lain, Sudirman juga enggan berkomentar terkait kekhawatiran soal sisa anggaran bakal digunakan untuk kepentingan politik. Namun demikian, dia berharap penyerapan anggaran ini untuk pembangunan yang berkualitas.

"Jangan ada nafsu berlebihan utk mengeluarkan anggaran. karena sebetulnya kalau tidak habis masih bisa dipakai. apalagi kalau diselewengkan untuk agenda politik. Janganlah," pungkasnya.

Sebagai informasi, Jokowi menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini realisasi anggaran pemerintah pusat baru mencapai 74 persen dan pemerintah daerah sebesar 64 persen.

Dengan begitu, Presiden menginstruksikan jajarannya memanfaatkan dana transfer daerah untuk perbaikan layanan publik, pendidikan, kesehatan hingga alternatif-alternatif inovasi pembiayaan agar iklim investasi tetap terjaga.

"2024 adalah tahun terakhir pemerintahan periode ini sehingga saya pesan agar anggaran dioptimalkan, tuntaskan agenda pembangunan yang belum selesai, yang sudah direncanakan tetapi belum bisa, tuntaskan, untuk memperkuat fondasi bagi pemerintah yang akan datang," tutur Presiden.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper