Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologi Bentrokan di Bitung Antara Ormas dan Massa Pro Palestina

Bentrokan dua kelompok massa yang diidentifikasi sebagai ormas dan massa bela Palestina terjadi di Bitung, Sulut, Sabtu malam. Ini kronologi bentrokan di Bitung
Kronologi Bentrokan Ormas dan Massa Pro Palestina di Bitung. Kota Bitung/wikipedia
Kronologi Bentrokan Ormas dan Massa Pro Palestina di Bitung. Kota Bitung/wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Beredar video media sosial bentrokan antara massa aksi bela Palestina dengan kelompok massa lain yang sebagian membawa bendera Israel di Bitung, Sulawesi Utara.

Aksi massa itu banyak dinarasikan sebagai bentrok antara pro Palestina dan pro Israel. Namun, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto menyampaikan narasi bentrok pro Palestina dan pro Israel itu tidak benar.

"Makanya itu dari masing-masing pihak yang satu melaksanakan kegiatan untuk peringatan hari ulang tahun yang ke-12, kemudian yang satu lagi kegiatan berhubungan dengan partisipasi aksi bela terhadap Palestina," kata Setyo dalam keterangannya, Minggu (26/11/2023).

Sementara itu, Pemerintah Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh oknum maupun sekelompok orang yang sengaja akan mengganggu kedamaian di kota tercinta.

"Mari menjaga kedamaian dan keamanan, karena daerah ini terkenal dengan masyarakat yang sangat toleransi, jangan mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang menginginkan perpecahan di kota ini," kata Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, di Bitung, Minggu, dilansir dari Antara.

Kronologi Bentrokan Bitung

Kronologinya, berdasarkan informasi yang diterima awak media, awalnya pada Sabtu (25/11/2023) pukul 16.17 hingga 16.50 WITA Massa Masyarakat Adat Makatana Minahasa tengah berkumpul di taman kesatuan bangsa Bitung.

Kemudian, mereka berusaha memasuki pusat Kota menuju posisi kegiatan Barisan Solidaritas Muslim (BSM) namun dihalangi dan disekat oleh aparat penegak hukum.

Setelah itu, di taman yang merupakan tempat berkumpulnya massa terdapat oknum masyarakat yang meneriakan takbir. Teriakan itu kemudian membuat ormas adat mengejar hingga ke Pasar Kanopi.

Selanjutnya, pada saat Massa Ormas adat masuk ke arah pusat Kota mengejar oknum yang memprovokasi, massa berpapasan dengan Ambulance yang memakai atribut kegiatan bendera Tauhid.

Ambulan tersebut kemudian menjadi sasaran massa aksi. Selain itu, disebutkan juga ada pembakaran atribut serta adanya penganiayaan terhadap salah seorang dari peserta Parade Doa.

Akibatnya, massa dari BSM melakukan serangan balik dari arah kampung Sarikalapa. Kejadian, itu membuat kericuhan hingga saling menyerang menggunakan pelemparan batu.

Akhirnya, pada 17.00 WITA, pihak kepolisian membubarkan massa uang kemudian dilanjutkan peningkatan keamanan dari tim gabungan TNI - Polri untuk mengantisipasi aksi susulan.

Adapun, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri menegaskan bahwa situasi telah aman dan kondusif pada 19.50 WITA. "Saat ini Sabtu 25 November 2023 pukul 19.50 Wita, Pusat Kota Bitung dalam keadaan kondusif dan aman terkendali," kata Maurits siaran pers, Sabtu.

Dia juga mengimbau masyarakat kota Bitung untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif dengan tidak menyebarkan foto dan video yang dapat memprovokasi.

Sebagai informasi, Bisnis sebelumnya telah melakukan konfirmasi kepada Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto beserta Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Iis Kristian atas kronologi aksi tersebut. Namun, hingga berita ini dinaikkan keduanya belum merespons pertanyaan dari Bisnis.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper