Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dukungan PP ke Anies Tak Mutlak, Ganjar Masih Kecipratan

Sebagian anggota PP mengikuti jejak Japto yang mendukung Anies Baswedan, sebagian lagi mengikuti Arsjad Rasjid yang merapat ke kubu Ganjar Pranowo.
Calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kedua kiri), Capres dan Cawapres dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto (ketiga kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo (kedua kanan) dan Mahfud MD (kanan) berfoto bersama dengan menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11).
Calon presiden dan calon wakil presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan (kiri) dan Muhaimin Iskandar (kedua kiri), Capres dan Cawapres dari Koalisi Indonesia Maju Prabowo Subianto (ketiga kiri) dan Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan), Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo (kedua kanan) dan Mahfud MD (kanan) berfoto bersama dengan menunjukkan nomor hasil undian pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres Pemilu 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (14/11).

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto Soerjosoemarno mengungkapkan suara anggota organisasinya terpecah. Tidak semua elemen PP mendukung calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan, namun juga ada yang ke calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Japto sendiri sudah ditunjukkan menjadi Wakil Ketua Dewan Penasihat Tim Nasional Pemenangan Anies-Imin (Timnas AMIN). Meski demikian, dia mengungkapkan Wakil Ketua Umum PP Arsjad Rasjid, pada saat yang sama menjadi Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Karenanya, Japto melihat akan tetap ada sebagian anggota PP yang memilih mengikuti jejak Arsjad.

"Di PP ini tidak semua ke AMIN, ada ketua pemenang Ganjar yang juga wakil ketua umum [PP]. Jadi ini sudah terjadi demokratisasi," ungkap Japto di Gedung Basket GBK Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2023).

Pimpinan tertinggi PP sejak 1980-an ini menjelaskan, di organisasinya sudah biasa terjadi perbedaan pilihan calon presiden dalam setiap ajang pemilu. Dia mencontoh kejadian pada Pilpres 2019 di mana suara PP terpecah dukung Jokowi dan Prabowo Subianto.

"Biasa [perpecahan suara], kan waktu zaman Pak Jokowi juga saya juga termasuk pendukung Pak Jokowi lima tahun lalu, dan kami masih bertanggung jawab sampai beliau diganti," katanya.

Japto menjelaskan, banyak persamaan visi untuk Indonesia ke depan antara dirinya dengan yang diperjuangkan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Oleh sebab itu, dia tidak ragu mendukung AMIN dalam ajang Pilpres 2024. 

Dia yakin pasangan AMIN bisa menyelesaikan permasalaham seperti ketidakadilan sosial yang masih masif. Dengan begitu, lanjutnya, kesejahteraan dan kemakmuran bisa dinikmati rakyat.

"Kita punya aspirasi yang sama [dengan] AMIN. Kalau ada yang mau ikut, silahkan. Jadi ini baru segini, besok ada tambah lagi. Jadi bisa nambah masukan lagi," tandas Japto.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper