Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Putin Sentil AS Soal Pasokan Bom Tandan ke Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan AS tidak mengerti dan tidak mau belajar, hanya tahu menggunakan kekuatan.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Kosmodrom Vostochny di wilayah Timur Jauh Amur, Rusia, 13 September 2023. Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin melalui REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi Kosmodrom Vostochny di wilayah Timur Jauh Amur, Rusia, 13 September 2023. Sputnik/Mikhail Metzel/Kremlin melalui REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) selalu berusaha menyelesaikan semua masalah dengan menggunakan kekuatan.

Putin menegaskan baik itu melalui penggunaan sanksi ekonomi, atau pembatasan keuangan, atau mengancam untuk menggunakan kekuatan militer ataupun memaksa penggunaan kekuatan.

“Mereka mencoba untuk mengajari orang lain, padahal mereka sendiri tidak mengerti dan tidak mau belajar," katanya, seperti dilansir dari TASS, pada Minggu (17/9/2023). 

Adapun dia mengatakan bahwa AS menganggap penggunaan munisi tandan di Ukraina sebagai suatu yang luar biasa. 

"Munisi tandan digunakan oleh pihak Ukraina dengan cara seluas mungkin. Ada satu negara yang menganggapnya luar biasa, yaitu Amerika Serikat," ujarnya. 

Dia menyatakan bahwa AS menggunakan munisi tandan dengan tangan Ukraina, dan memiliki kebebasan untuk melakukannya, padahal itu salah satu pelanggaran. 

“Bahkan apa yang mereka anggap sebagai kejahatan, mereka mempunyai kebebasan untuk melakukannya. Faktanya, AS menggunakan munisi tandan dalam kasus ini, dengan tangan Ukraina," tambahnya. 

Sementara itu, terkait Korea Utara, Putin menyatakan bahwa negara itu adalah tetangga, maka harus berhubungan dengan baik. 

"Korea Utara adalah tetangga kita. Bagaimana pun, kita harus membangun hubungan bertetangga yang baik. Ya, ada kekhasan tertentu terkait Semenanjung Korea, yang dibicarakan secara terbuka," ucapnya. 

Menurutnya, Moskow tidak pernah melanggar apapun dan dalam hal ini Rusia tidak akan melanggar apapun. 

“Tetapi tentu saja kami akan mencari peluang untuk mengembangkan hubungan Rusia-Korea Utara," tambahnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper