Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Polisi Tahan 150 Orang di Kericuhan Prancis Pasca Penembakan Pengemudi Muda

Sebanyak 150 orang ditahan saat kericuhan di Prancis, setelah kasus penembakan polisi terhadap pengemudi mobil di Nanterre.
Para demonstran melemparkan gas air mata saat bentrok dengan polisi saat May Day di Prancis. Kerusuhan juga terjadi pada Rabu (28/6/2023) malam setelah adanya penembakan polisi terhadap seorang pengemudi muda di Nanterre, pinggiran kota Paris, Prancis. /Reuters-Stephane Mahe
Para demonstran melemparkan gas air mata saat bentrok dengan polisi saat May Day di Prancis. Kerusuhan juga terjadi pada Rabu (28/6/2023) malam setelah adanya penembakan polisi terhadap seorang pengemudi muda di Nanterre, pinggiran kota Paris, Prancis. /Reuters-Stephane Mahe

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyatakan adanya penahanan 150 orang saat terjadi kerusuhan di La France.

Pemerintah Prancis menilai bahwa 150 orang itu berpartisipasi dalam kerusuhan semalam, yang dipicu oleh penembakan polisi terhadap seorang pengemudi berusia 17 tahun di Nanterre, pinggiran kota Paris pada Selasa (27/6/2023).

"Malam kekerasan yang tak tertahankan terhadap simbol Republik, pembakaran dan penyerangan terhadap gedung balai kota, sekolah dan departemen kepolisian. Sebanyak 150 orang ditahan," ujar Darmanin, dilansir dari TASS pada Kamis (29/6/2023).

Kerusuhan pecah setelah polisi menembak pengemudi itu hingga tewas. Pengemudi berusia 17 tahun itu dianggap tidak mematuhi perintah polisi untuk menghentikan mobilnya, setelah melanggar lalu lintas.

Seorang petugas polisi pun ditangkap setelah dicurigai melakukan pembunuhan atas penembakan tersebut. Kantor Kejaksaan Nanterre pun menjalankan penyelidikan atas kasus penembakan itu.

Dalam bentrokan itu, 24 petugas polisi Prancis mengalami luka-luka. Darmanin menyampaikan apresiasi terhadap para petugas yang berupaya mengendalikan kerusuhan pada Rabu malam itu.

"Saya menyatakan dukungan saya untuk petugas polisi, polisi, dan petugas pemadam kebakaran yang berani menghadapi [kerusuhan]. Malu pada mereka yang gagal menyerukan ketenangan," cuit di akun Twitternya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper