Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Warga Malaysia Kembali Panic Buying, Kini Rebutan Beli AC dan Kipas Angin

Suhu panas masih terus terjadi di Malaysia, warga berbondong-bondong beli hingga servis AC dan kipas angin.
Malaysia/Pegipegi
Malaysia/Pegipegi

Bisnis.com, SOLO - Malaysia masih dihadapkan oleh cuaca panas ekstrem hingga suhunya mencapai 35 derajat celcius di hari biasa.

Kini, mereka berbondong-bondong membeli air conditioner (AC) dan kipas angin, karena suhu panas. Penjualan elektronik ini pun naik hingga 30%.

Mengutip Malay Mail, HLK Electrical Appliance di Pusat Bisnis Rawang Mutiara terdekat mengatakan lonjakan ini merupakan hal yang lumrah terjadi.

Pasalnya Malaysia sedang ditimpa suhu yang lebih panas di sepanjang tahun ini.

"Penjualan meningkat untuk AC, pendingin udara portabel dan kipas angin. Banyak orang lebih memilih pendingin udara portabel dibandingkan dengan AC portabel. Beberapa keluarga bahkan membeli dua atau tiga pendingin udara untuk rumah mereka,” kata manajer ESH Electrical Mary Chung.

Selain penjualan, warga juga ramai-ramai melakukan servis AC dan kipas angin karena merasa kegerahan di siang hari.

Seorang asisten produksi Lam Loong Electrical Sales & Services bernama Wong, mengaku mendapat pekerjaan sekitar 20 sampai 30 panggilan servis dalam dua bulan terakhir.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Ahmad Zahidi Hamidi akan mengumumkan status keadaan darutat, apabila Malaysia memiliki suhu melebihi 40 derajat celcius.

Setidaknya di Kuala Lumpur, suhu terus berada di atas 35 derajat celcius, namun belum mencapai 40. Daerah lain yang mengalami lonjakan suhu panas yakni Negeri Sembilan, Pahang, Jeli dan Pasir Mas di Kelantan.

Tiga titik lainnya berada di Malaysia Timur yakni Marudi, Sibu dan Betong di Sarawak.

Seluruh wilayah tersebut dikategorikan ke dalam gelombang panas Level Satu. Artinya, suhu harian maksimum berkisar antara 35 hingga 37 derajat celcius selama tiga hari berturut-turut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper