Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Megawati Ikut Repot Imbas Elektabilitas PDIP Anjlok

Megawati meminta kadernya turun ke bawah supaya lebih dekat dengan rakyat dan mampu meningkatkan elektabilitas partai yang anjlok terkena sentimen tolak Israel.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan saat acara peringatan HUT ke-50 PDIP di Jakarta, Selasa (10/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan saat acara peringatan HUT ke-50 PDIP di Jakarta, Selasa (10/1/2023). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri turun gunung untuk menyusun strategi peningkatan elektabilitas usai anjlok terkena sentimen negatif batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Mega bahkan melakukan rapat tertutup dengan anggota Fraksi PDIP DPR RI di Sekolah Partai, Jakarta Selatan pada Sabtu (9/4/2023) lalu.

Sekadar informasi, survei terbaru Lembaga Survei Indonesia atau LSI mengungkap penurunan elektabilitas PDIP dari 22 persen pada periode Januari 2023 menjadi 17 persen pada periode survei terakhir. Elektabilitas PDIP rontok salah satunya dipicu sentimen penolakan anti timnas Israel yang berujung batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Politikus PDIP Aria Bima mengungkapkan Megawati telah memanggil kadernya yang bertugas di DPR untuk menyikapi penurunan elektabilitas PDIP belakangan, yang diyakini akibat penolakan terhadap Timnas Israel U-20 berlaga di Indonesia.

Dia menerangkan, Megawati ingin anggota Fraksi PDIP DPR turun ke masyarakat untuk kembali menaikkan elektabilitas partai.

"Yang jelas ada kontraksi yang akibat penolakan Israel U-20 itu. Kan banyak yang lembaga survei mengatakan elektabilitas PDI kan turun. Nah ini dikuatkan," ucap Aria di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2023).

Dia juga tak memungkiri bahwa ada pembicaraan terkait calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres). Meskipun demikian, Megawati hanya menegaskan bahwa kadernya tak perlu mengurusi soal pencapresan.

"Ibu menegaskan, 'Semua yang menyangkut capres-capresan adalah urusan ketua umum, kamu turun dan turun, apalagi dalam suasana Ramadan dan Idulfitri, nanti harus banyak menyapa rakyat'," ungkap Aria.

Selain itu, Megawati ingin menekankan ke kadernya agar tetap tegak lurus terhadap ideologi partai. "Jalan ideologinya adalah Trisakti, berdaulat di bidang politik, berkepribadian di bidang budaya, dan berdikari dalam bidang ekonomi. Ibu menegaskan sikap partai," jelas Aria.

Dia mengatakan, Megawati ingin kembali menegaskan PDIP merupakan partai ideologis. Oleh sebab itu, klaimnya, PDIP bukan tempat berburu kekuasaan dan kekayaan materiil.

"Yang tidak ideologis go ahead [silakan], disuruh keluar," jelas anggota Komisi VI DPR itu.

Elektabilitas PDIP

Hasil polling terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan (PDIP) dan Ganjar Pranowo mengalami penurunan cukup signifikan.

Sebaliknya elektabilitas Partai Gerindra dan Prabowo Subianto mengalami kenaikan. Kenaikan elektabilitas Gerindra dan Prabowo itu terjadi ketika publik menyoroti sepak terjang Ganjar dan PDIP terkait Piala Dunia U20.

Survei LSI ini diselenggarakan pada 31 Maret hingga 4 April 2023 dengan jumlah sampel 1.229 yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampel dipilih menggunakan teknik proses random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak, validasiz dan screening, dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Hasilnya, ketika responden ditanya siapa partai politik yang dipilih jika pemilihan anggota DPR diadakan sekarang, maka PDIP memperoleh 17,7 persen suara.

Meski masih jadi jawara, Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan tren suara PDIP dibandingkan survei-survei LSI sebelumnya menunjukkan adanya penurunan.

"PDIP pada Januari 2023 lalu di survei LSI masih 22 persen, turun menjadi sekitar 19 persen pada Februari, turun lagi menjadi 17,6 pada April," ungkap Djayadi saat memaparkan hasil survei secara daring, Minggu (9/3/2023).

Sejalan, saat responden ditanya siapa calon presiden yang dipilih jika pilpres diadakan sekaran maka Ganjar memperoleh 26,9 persen. Angka itu turun cukup signifikan dari hasil temuan LSI sebelumnya.

Dalam simulasi tiga nama pada survei LSI pada Februari 2023, Ganjar memperoleh 35 persen suara sedangkan kini hanya memperoleh 26,9 persen. Artinya ada penurunan 8,1 persen suara untuk Ganjar. 

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper